DPR Sebut Jokowi Setuju Vaksin Nusantara Jadi Booster

CNN Indonesia
Kamis, 18 Nov 2021 14:24 WIB
Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena menyebut Presiden Jokowi ingin memprioritaskan penggunaan vaksin buatan dalam negeri pada 2022. Ilustrasi penyuntikan vaksin virus corona (CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena mengklaim Presiden Joko Widodo setuju Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih dipakai untuk penyuntikan dosis ketiga atau booster kepada masyarakat.

Diketahui, pemerintah merencanakan penyuntikan dosis ketiga vaksin virus corona (Covid-19) untuk masyarakat umum pada 2022 mendatang.

"Kami dapat informasi terakhir hasil rapat terbatas kemarin, informasinya adalah Pak Jokowi mendorong agar vaksin produksi dalam negeri, Vaksin Merah Putih dan Vaksin Nusantara juga menjadi bagian yang diprioritaskan untuk jadi vaksin booster," kata Melki dalam sebuah acara diskusi daring, Kamis (18/11).

"[Presiden] setuju setelah [Vaksin Nusantara dan Merah Putih] lolos uji klinis tahap 3 sesuai kaidah keilmuan dan mendapat EUA dari BPOM," imbuhnya.

Melki mengatakan bahwa saat ini booster vaksin dibutuhkan Indonesia. Menurut dia, ada tiga hal yang menjadi faktor penting Indonesia butuh vaksin booster.

Pertama, penyuntikan vaksin dosis pertama dan kedua masih belum optimal dalam pembentukan antibodi. Alasan kedua, tingkat efektivitas vaksin dalam tubuh akan berkurang setelah enam bulan.

Alasan ketiga, saat ini sudah ada varian baru virus corona, sehingga penyuntikan dosis ketiga kepada masyarakat jadi mengandung urgensi.

"Tiga hal ini di Indonesia semuanya terjadi. Tinggal bagaimana nanti kita lakukan proses untuk mengecek bagaimana orang per orang ataupun komunitas dan wilayah tertentu dampak vaksinnya mesti kita cek lebih lanjut," kata dia.

Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmidzibelum bisa memastikan kebenaran pernyataan Melki.

"Kalau keputusan boosternanti kita lihat bersama BPOM," kata dia.

Diketahui, Vaksin Nusantara yang digagas eks Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto menjadi polemik. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) belum memberi izin uji klinis fase II.

Vaksin Nusantara pada akhirnya hanya dilakukan untuk kepentingan penelitian dan pelayanan. Artinya, uji klinis vaksin tersebut bukan untuk dimintakan izin edar oleh BPOM.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan booster vaksin atau suntikan dosis ketiga Covid-19 yang akan diberikan pada 2022 tidak gratis alias berbayar.

Pemerintah hanya akan menanggung biaya vaksin Covid-19 pada warga yang terdaftar sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan. Selain dari peserta PBI, warga harus membayar untuk mendapat booster vaksin Covid-19.

(dmi/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER