ANALISIS

Ukur Nyali Ganjar Tinggalkan Kandang Banteng demi Pilpres 2024

CNN Indonesia
Senin, 22 Nov 2021 10:05 WIB
Pengamat menilai, jika kemenangan jadi tujuan PDIP, Ganjar adalah opsi terbaik saat ini ketimbang Puan Maharani. Politikus PDIP yang juga Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (CNN Indonesia/Damar Sinuko)
Jakarta, CNN Indonesia --

PDIP membuka peluang besar mengusung Puan Maharani di 2024 meski Ganjar Pranowo terus memimpin bursa calon presiden di berbagai survei. Sejumlah pengamat menghitung kemungkinan Ganjar berpindah partai demi tiket capres di Pemilu 2024.

Elektabilitas Ganjar merajai sejumlah survei. Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) pada Mei 2021 menempatkan Ganjar di urutan pertama, mengalahkan Prabowo hingga Anies Baswedan. Survei Politika Research & Consulting (PRC) pada Oktober 2021 menempatkan Ganjar di urutan kedua dengan elektabilitas 20,5 persen. Ganjar hanya kalah 0,6 persen dari Prabowo Subianto.

Indikator Politik Indonesia juga mengungkap data serupa. Elektabilitas Ganjar naik dari 13 persen di April 2021 menjadi 20,8 persen di Agustus 2021. Peningkatan elektabilitas terjadi usai Ketua DPP PDIP Bambang Wuryanto menyatakan partainya enggan mendukung Ganjar. Saat itu, Bambang menyatakan PDIP akan mengusung Puan sebagai cawapres di 2024.


Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Wasisto Jati berpendapat Ganjar mungkin saja hengkang dari PDIP jika tak mendapat dukungan di Pilpres 2024. Ganjar, kata dia, sangat mungkin menang meski tanpa dukungan PDIP. Hanya saja, Wasisto melihat manuver itu tak akan dilakukan Ganjar dalam waktu dekat. Menurutnya, Ganjar akan menunggu hingga masa jabatan di Jawa Tengah berakhir.

"Kemungkinan Ganjar pindah partai itu besar sebetulnya. Tentu sebagai politikus yang habis masa jabatannya tentu ingin jabatan yang lebih tinggi," kata Wasisto saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/11).

Wasisto melihat Pemilu 2024 akan jadi kontestasi yang sangat pragmatis. Partai politik akan mengincar kandidat populer untuk mengatrol perolehan suara mereka di pemilihan legislatif. Ia berpendapat Ganjar akan diburu partai politik lain jika tak didukung PDIP. Wasisto menyebut Golkar punya peluang paling besar. Selain punya modal suara besar, Golkar punya DNA yang sama dengan Ganjar, yaitu pengalaman di birokrasi pemerintahan.

"Menurut saya, Ganjar diam saja pasti akan dicari partai politik," ujarnya.

Dihubungi terpisah, pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi melihat ada kemungkinan Ganjar pindah partai jika Partai Banteng ngotot mengusung Puan Maharani. Asrinaldi melihat Ganjar sekarang sedang menjaga momentum. Menurutnya, Ganjar akan bermanuver di ujung masa jabatannya di Jawa Tengah.

"Kalau dia bilang oke saja dicalonkan partai lain, pasti dibunuh karier politiknya. Setelah dia berakhir jabatan gubernurnya, di situ dia akan jaga momentum itu," ucap Asrinaldi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (22/11).

Rugi PDIP

Asrinaldi berpendapat PDIP akan merugi jika tidak mengusung Ganjar di Pilpres 2024. Pasalnya, elektabilitas Ganjar terlalu menjanjikan untuk memastikan kemenangan ketiga PDIP di pemilu. Dia menilai PDIP akan mendapat efek ekor jas jika mendorong Ganjar sebagai capres. Elektabilitas PDIP, ucapnya, akan terkatrol oleh popularitas Ganjar.

"Seandainya Ganjar keluar, diusung Partai Golkar atau Nasdem, orang akan mengidentikkan Ganjar dengan Golkar atau Nasdem. Ini harus dipikirkan oleh PDIP," ucap Asrinaldi.

Wasisto menyampaikan PDIP harus memutuskan apakah akan memaksakan dukungan ke Puan atau memastikan kemenangan di 2024. Jika kemenangan jadi tujuan PDIP, Wasisto menyebut Ganjar adalah opsi terbaik saat ini.

"Kalau kehilangan Ganjar, kerugian besar PDIP. Di internal PDIP belum ada kader sepopuler Ganjar saat ini. Tentu untuk bisa berkuasa ketiga kali, PDIP perlu usung kader populer," tuturnya.

(dhf/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER