Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --
Pemerintah resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk seluruh daerah di Indonesia selama 10 hari saat Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang, sebagai upaya menekan peningkatan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Pemerintah juga bakal fokus mengawasi sejumlah kabupaten/kota jelang Nataru lantaran mereka mengalami kenaikan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
19 Provinsi Diawasi Ketat Kala Nataru
Kementerian Kesehatan bakal memantau ketat 19 kabupaten/kota yang mengalami tren kenaikan kasus virus corona dalam beberapa waktu terakhir. Pemantauan itu terutama difokuskan menjelang Nataru.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, 19 kabupaten/kota itu berasal dari 13 provinsi di Indonesia baik dari Jawa hingga Papua Barat.
Rinciannya Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya di Jawa Barat serta Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pekalongan di Jawa Tengah, dan disusul Kabupaten Nganjuk di Jawa Timur.
Kemudian Kabupaten Padang Lawas Utara di Sumatera Utara, Kota Palembang di Sumatera Selatan, dam Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lalu dua daerah di Provinsi Lampung yakni Kabupaten Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Dilanjutkan Kota Lhokseumawe di Aceh, Kabupaten Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya beralih ke Kabupaten Sanggau, Kabupaten Melawi, dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat. Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur, Kabupaten Tanimbar di Maluku, dan Kabupaten Fak Fak di Papua Barat.
Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh daerah jelang libur Natal dan tahun baru. Kebijakan itu dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021.
Pemerintah memerintahkan para kepala daerah untuk menerapkan kebijakan itu. Kepala daerah juga diminta mengawasi protokol kesehatan di sejumlah pusat keramaian. Adapun kebijakan itu berlaku selama 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Larangan Arak-arakan Saat Nataru
Pemerintah melarang masyarakat menggelar arak-arakan dan acara perayaan pergantian Tahun Baru 2022 yang potensial menimbulkan kerumunan di tengah pandemi virus corona.
Pemerintah juga mengimbau agar perayaan Tahun Baru 2022 dirayakan di rumah masing-masing dengan berkumpul bersama keluarga. Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan dan melakukan perjalanan.
Tak hanya itu, Pemerintah juga akan menutup seluruh Alun-alun yang ada di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 mendatang. Hal itu semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah juga akan melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian.
Ibadah Natal di Gereja Dibatasi 50 Persen Kapasitas
Pemerintah mengizinkan Umat Kristiani untuk mengikuti kegiatan peribadatan Hari Raya Natal secara berjamaah di Gereja dengan pembatasan jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja.
Pemerintah juga mengatur bahwa penyelenggaraan ibadah Natal dapat diselenggarakan secara hybrid. Yakni secara berjamaah langsung gereja dan secara daring atau online. Tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.
Zona Hijau Tambah Jadi 37 Daerah
Zona hijau atau daerah yang tidak mengalami penambahan kasus virus corona baru dan angka kesembuhan di atas 95 persen terus mengalami peningkatan di Indonesia. Terkini, jumlah zona hijau mencapai 37 kabupaten/kota, lebih banyak dibandingkan sepekan lalu yang mencatat zona hijau berjumlah 34 daerah.
Temuan itu didapatkan berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 21 November yang baru dirilis pada hari ini, Rabu (24/11). Puluhan kabupaten/kota zona hijau berasal dari 16 provinsi dengan mayoritas zona hijau di Papua. Sementara daerah-daerah di Pulau Jawa-Bali masih berada di level zona kuning.
Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi menilai pandemi virus corona di Indonesia akan selesai apabila pada Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru) nanti tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di seluruh daerah.
Adib sekaligus mewanti-wanti bahwa perilaku masyarakat akan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes) 3M harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada Nataru mendatang.
Adapun 3M yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Jangan mencoba untuk mengurangi standar (prokes), sampai kapan? ya kita berharap dan parameter yang selalu saya sampaikan, di Desember Januari ini jika tidak ada lonjakan kasus positif dan tidak ada lonjakan kasus pasien yang ada di perawatan. Mudah-mudahan kita bisa selesai dengan pandemi Covid-19," kata Adib dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Rabu (24/11).
Hasil Tes Herd Immunity RI Dirilis Akhir Tahun
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut hasil dari penelitian zero survei atau seroprevalensi untuk mengukur capaian herd immunity atau kekebalan komunal terhadap virus corona di Indonesia, baru akan dianalisis dan dirilis pada akhir 2021.
Hal itu Wiku sampaikan sekaligus merespons pertanyaan publik perihal salah seorang ahli kesehatan yang sebelumnya menyebut bahwa Indonesia kemungkinan sudah mencapai herd immunity lantaran terdapat potensi setidaknya 80 persen warga sudah terpapar varian Delta.
Kementerian Kesehatan menyebut rencana pemberian booster atau suntikan dosis ketiga vaksin virus corona di Indonesia pada awal 2022 untuk sementara ini masih menyasar para warga lanjut usia (Lansia), dan warga berusia 18 tahun ke atas yang memiliki gangguan atau penyakit yang menyerang sistem imunitas.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, pemilihan target sasaran vaksinasi booster itu telah disesuaikan dengan penelitian global dan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat ini.
Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Rabu (24/11) Pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 136.080.848 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 91.214.986 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 65,34 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 43,80 persen.
Update Covid 24 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (24/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 451 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 377 kasus, dan 13 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.254.443 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.102.700 orang dinyatakan pulih, 7.977 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.766 lainnya meninggal dunia.
Pemerintah resmi menetapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 untuk seluruh daerah di Indonesia selama 10 hari saat Natal dan Tahun Baru 2022 (Nataru) mendatang, sebagai upaya menekan peningkatan kasus virus corona (Covid-19) di Indonesia.
Pemerintah juga bakal fokus mengawasi sejumlah kabupaten/kota jelang Nataru lantaran mereka mengalami kenaikan kasus Covid-19 dalam beberapa pekan terakhir.
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
19 Provinsi Diawasi Ketat Kala Nataru
Kementerian Kesehatan bakal memantau ketat 19 kabupaten/kota yang mengalami tren kenaikan kasus virus corona dalam beberapa waktu terakhir. Pemantauan itu terutama difokuskan menjelang Nataru.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, 19 kabupaten/kota itu berasal dari 13 provinsi di Indonesia baik dari Jawa hingga Papua Barat.
Rinciannya Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya di Jawa Barat serta Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Pekalongan di Jawa Tengah, dan disusul Kabupaten Nganjuk di Jawa Timur.
Kemudian Kabupaten Padang Lawas Utara di Sumatera Utara, Kota Palembang di Sumatera Selatan, dam Kota Bukittinggi, Sumatera Barat. Lalu dua daerah di Provinsi Lampung yakni Kabupaten Lampung Utara dan Kota Bandar Lampung. Dilanjutkan Kota Lhokseumawe di Aceh, Kabupaten Belitung Timur di Kepulauan Bangka Belitung.
Selanjutnya beralih ke Kabupaten Sanggau, Kabupaten Melawi, dan Kota Pontianak di Kalimantan Barat. Kabupaten Kutai Timur di Kalimantan Timur, Kabupaten Tanimbar di Maluku, dan Kabupaten Fak Fak di Papua Barat.
Pemerintah resmi menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 di seluruh daerah jelang libur Natal dan tahun baru. Kebijakan itu dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021.
Pemerintah memerintahkan para kepala daerah untuk menerapkan kebijakan itu. Kepala daerah juga diminta mengawasi protokol kesehatan di sejumlah pusat keramaian. Adapun kebijakan itu berlaku selama 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022.
Larangan Arak-arakan Saat Nataru
Pemerintah melarang masyarakat menggelar arak-arakan dan acara perayaan pergantian Tahun Baru 2022 yang potensial menimbulkan kerumunan di tengah pandemi virus corona.
Pemerintah juga mengimbau agar perayaan Tahun Baru 2022 dirayakan di rumah masing-masing dengan berkumpul bersama keluarga. Masyarakat juga diminta menghindari kerumunan dan melakukan perjalanan.
Tak hanya itu, Pemerintah juga akan menutup seluruh Alun-alun yang ada di seluruh wilayah Indonesia pada tanggal 31 Desember 2021 hingga 1 Januari 2022 mendatang. Hal itu semata-mata untuk mencegah penyebaran virus corona. Pemerintah juga akan melakukan rekayasa dan antisipasi aktivitas pedagang kaki lima di pusat keramaian.
Ibadah Natal di Gereja Dibatasi 50 Persen Kapasitas
Pemerintah mengizinkan Umat Kristiani untuk mengikuti kegiatan peribadatan Hari Raya Natal secara berjamaah di Gereja dengan pembatasan jumlah jemaat 50 persen dari total kapasitas gereja.
Pemerintah juga mengatur bahwa penyelenggaraan ibadah Natal dapat diselenggarakan secara hybrid. Yakni secara berjamaah langsung gereja dan secara daring atau online. Tata ibadah yang telah disiapkan oleh para pengurus dan pengelola gereja.
Zona Hijau Tambah Jadi 37 Daerah
Zona hijau atau daerah yang tidak mengalami penambahan kasus virus corona baru dan angka kesembuhan di atas 95 persen terus mengalami peningkatan di Indonesia. Terkini, jumlah zona hijau mencapai 37 kabupaten/kota, lebih banyak dibandingkan sepekan lalu yang mencatat zona hijau berjumlah 34 daerah.
Temuan itu didapatkan berdasarkan data Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 per 21 November yang baru dirilis pada hari ini, Rabu (24/11). Puluhan kabupaten/kota zona hijau berasal dari 16 provinsi dengan mayoritas zona hijau di Papua. Sementara daerah-daerah di Pulau Jawa-Bali masih berada di level zona kuning.
IDI Nilai Pandemi Covid Bisa Selesai Jika Nihil Lonjakan Nataru
Ilustrasi Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Ketua Terpilih Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Adib Khumaidi menilai pandemi virus corona di Indonesia akan selesai apabila pada Natal dan Tahun baru 2022 (Nataru) nanti tidak ada lonjakan kasus Covid-19 yang terjadi di seluruh daerah.
Adib sekaligus mewanti-wanti bahwa perilaku masyarakat akan kedisiplinan terhadap protokol kesehatan (prokes) 3M harus dipertahankan bahkan ditingkatkan dalam mencegah lonjakan kasus Covid-19 pada Nataru mendatang.
Adapun 3M yang dimaksud adalah memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.
"Jangan mencoba untuk mengurangi standar (prokes), sampai kapan? ya kita berharap dan parameter yang selalu saya sampaikan, di Desember Januari ini jika tidak ada lonjakan kasus positif dan tidak ada lonjakan kasus pasien yang ada di perawatan. Mudah-mudahan kita bisa selesai dengan pandemi Covid-19," kata Adib dalam acara daring yang disiarkan melalui kanal YouTube Lawan Covid19 ID, Rabu (24/11).
Hasil Tes Herd Immunity RI Dirilis Akhir Tahun
Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Wiku Adisasmito menyebut hasil dari penelitian zero survei atau seroprevalensi untuk mengukur capaian herd immunity atau kekebalan komunal terhadap virus corona di Indonesia, baru akan dianalisis dan dirilis pada akhir 2021.
Hal itu Wiku sampaikan sekaligus merespons pertanyaan publik perihal salah seorang ahli kesehatan yang sebelumnya menyebut bahwa Indonesia kemungkinan sudah mencapai herd immunity lantaran terdapat potensi setidaknya 80 persen warga sudah terpapar varian Delta.
Kementerian Kesehatan menyebut rencana pemberian booster atau suntikan dosis ketiga vaksin virus corona di Indonesia pada awal 2022 untuk sementara ini masih menyasar para warga lanjut usia (Lansia), dan warga berusia 18 tahun ke atas yang memiliki gangguan atau penyakit yang menyerang sistem imunitas.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan, pemilihan target sasaran vaksinasi booster itu telah disesuaikan dengan penelitian global dan anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) saat ini.
Capaian Dosis Vaksin RI
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Rabu (24/11) Pukul 12.00 WIB tercatat, setidaknya 136.080.848 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, baru 91.214.986 orang yang telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang baru menyentuh 65,34 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 43,80 persen.
Update Covid 24 November 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Rabu (24/11) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 451 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 377 kasus, dan 13 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.254.443 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.102.700 orang dinyatakan pulih, 7.977 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 143.766 lainnya meninggal dunia.