Siti Minta Warga Tanam 25 Pohon, Walhi Sebut Lahan Habis Dikonsesi

CNN Indonesia
Kamis, 25 Nov 2021 19:54 WIB
Menteri LHK Siti Nurbaya meminta masyarakat menanam 25 pohon seumur hidup, namun seruan tersebut dikritik karena tak dibarengi upaya menyetop deforestasi. Menteri LHK Siti Nurbaya meminta masyarakat menanam 25 pohon seumur hidup, namun seruan tersebut dikritik karena tak dibarengi upaya menyetop deforestasi. Foto: CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya meminta masyarakat menanam minimal 25 pohon selama seumur hidup. Siti mengajak warga menghijaukan bumi dan menjaga kelestariannya.

"Seumur hidup minimal tanamlah 25 pohon. Ditanam, dijaga, dan dirawat bersama. Mari kita hijaukan bumi dan jaga terus lestari," kata Siti dalam akun Twitternya @SitiNurbayaLHK pada Sabtu (21/11).

Siti mengatakan warga bisa mendapat bibit pohon gratis. Seruan itu sejalan juga dengan Instruksi Menteri LHK INS.1/MENLHK/PDASHL/DAS.1/8/2017 yang mewajibkan aparatur sipil negara (ASN) di KLHK menanam 25 pohon dan mengajak masyarakat untuk melakukan hal yang sama.


"Bibit pohon bisa didapatkan secara gratis di berbagai lokasi persemaian permanen. Satu KTP bisa dapat 25 bibit pohon," ujarnya.

Lahan Habis Dikonsesi

Seruan Siti menanam 25 pohon seumur hidup itu dianggap problematis. Salah satunya karena lahan untuk menanam pohon kini kian menipis.

Manager Kampanye Pangan, Air, dan Ekosistem Esensial Walhi Wahyu Perdana mengatakan lebih dari 50 persen dari luas daratan Indonesia sudah habis dikonsesi untuk perusahaan-perusahaan.

"Mau tanam di mana kalau lahannya makin menyempit? Kalau hitungan WALHI saja luas daratan Indonesia 61,4 persen habis untuk konsesi loh," kata Wahyu kepada CNNIndonesia.com, Rabu (25/11).

Wahyu meminta Siti tak hanya sebatas mengajak warga menanam, tetapi juga memastikan lahan untuk menanam pohon-pohon tersebut tersedia dan terjaga dari kerusakan lingkungan.

"Lokasi tanam pohonnya turut dijaga dong, ruang terbuka hijau, batas minimum kawasan hutan. Kalau enggak, tanam-tanam pohon hanya berakhir dengan seremonial," ujarnya.

Direktur Eksekutif Daerah Walhi Kalimantan Barat, Nicodemus Ale menilai menanam 25 pohon harus dibarengi dengan penghentian deforestasi.

Menurutnya, di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat saja, luas tutupan hutan yang hilang karena konsesi mencapai 516 ribu hektare dalam kurun waktu 10 tahun.

"Kalau Ibu Menteri bilang lu nanam pohon 25 seumur hidup, rentang 10 tahun aja tutupan pohon hilang sampai 516 ribu hektare," ujarnya.

Nico menyatakan seruan menanam 25 pohon oleh Siti itu menjadi ironi. Selama ini pelaku utama pembabat hutan kerap terlindungi, sementara warga yang menjadi korban diminta memulihkan lingkungan.

"Dalam konteks ini kan justru melihat bahwa kelompok-kelompok investasi ini justru mendapat prngamanan dari negara karena yang dimandatkan pemulihan itu justru warga," katanya.



Sebelumnya, Siti mengatakan pembangunan di bawah Joko Widodo tidak boleh terhenti atas nama deforestasi. Menurutnya, deforestasi tak bisa dihindari. Ia mencontohkan di wilayah terpencil deforestasi harus dilakukan untuk membuat jalan.

Pernyataan Siti menuai kritik sejumlah pihak. Berbagai LSM lingkungan menyatakan deforestasi selama ini lebih banyak dilakukan karena konsesi bukan untuk pembangunan jalan warga lokal.

(yla/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER