Kronologi Perwira Polisi Dikeroyok Anggota Pemuda Pancasila di DPR

CNN Indonesia
Sabtu, 27 Nov 2021 15:52 WIB
Demo Pemuda Pancasila di DPR memanas ketika polisi mengimbau massa tidak mengganggu arus lalu lintas. Saat itulah muncul provokasi dan pengeroyokan. Massa berseragam loreng oranye hitam dari Pemuda Pancasila demo di depan gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (25/11). (CNN Indonesia/ Thohirin)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ditlantas Polda Metro Jaya sebut kronologi peristiwa pengeroyokan terhadap salah satu anggotanya dipicu provokasi dari salah satu peserta aksi ormas Pemuda Pancasila.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Argo Wiyono mengatakan, aksi unjuk rasa semula berjalan damai. Situasi mulai memanas ketika sejumlah pihak mencoba menutup ruas jalan.

Pada saat itu, Kabag Ops Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Dermawan Karosekali kemudian mencoba mengimbau massa aksi agar tidak mengganggu arus lalu lintas.


Sepanjang aksi, Argo mengatakan dermawan telah berulang kali melakukan pendekatan persuasif ketika massa aksi mencoba melakukan penutupan jalan sebanyak dua kali.

"Pas kali ketiga mereka menutup jalan. Kita imbau agar tidak menutup (jalan). Pak Karosekali memberikan imbauan dengan persuasif tapi ada (orang) yang memprovokasi," ujar Argo kepada wartawan, Sabtu (27/11).

Imbas pengeroyokan tersebut, Argo mengatakan Karosekali menderita luka akibat benturan benda tumpul dari mulai kepala, perut, dan dada. Ia menambahkan, hingga kini yang bersangkutan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur.

"Menurut pengakuannya, dipukul dengan besi, dengan kayu dan terjadilah luka-luka itu. Perutnya ditendang ada nonjok dari belakang," tuturnya.

Argo pun menyayangkan sikap berlebihan tersebut dari anggota Pemuda Pancasila (PP). Argo memastikan, selama bertugas seluruh polisi lalu lintas, termasuk dirinya dan Karosekali tidak pernah dilengkapi dengan senjata.

"Kita ini polisi lalu lintas enggak ada yang bawa senjata, kita persuasif. Hampir dua tahun saya bertugas ini yang paling parah," katanya.

Diketahui, sebanyak 16 anggota PP ditetapkan sebagai tersangka terkait aksi demo berujung kericuhan di depan Gedung DPR.

Dari jumlah itu, 15 tersangka dijerat UU Darurat Nomor 1 Tahun 1951 karena kedapatan membawa senjata tajam.

Sedangkan satu lainnya dikenakan Pasal 170 KUHP karena memukul dan ikut mengeroyok anggota polisi yang sedang bertugas.

(tfq/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER