Polisi Periksa Warga Soal Mahasiswi Parepare Tenggelam saat Diksar

CNN Indonesia
Rabu, 01 Dec 2021 04:55 WIB
Polisi belum meminta keterangan dari mahasiswa yang ikut kegiatan pendidikan dasar (diksar) karena masih trauma usai temannya meninggal dunia. Ilustrasi tenggelam (Unsplash/Pixabay)
Makassar, CNN Indonesia --

Pihak kepolisian mulai meminta keterangan warga sekitar terkait kasus dua mahasiswi meninggal dunia saat mengikuti pendidikan dasar (diksar) Korps Sukarela di di Sungai Adakongeng, Bacukiki, Kota Parepare, Sulawesi Selatan.

"Saat ini, kami masih memintai keterangan dari warga sekitar lokasi terkait kejadian tersebut," kata Kapolres Parepare, AKBP Welly Abdillah kepada CNNIndonesia.com, Selasa (30/11).

Sejauh ini, polisi belum meminta keterangan dari mahasiswa yang mengikuti pendidikan dasar di sungai Adakongeng. Menurut Welly, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut masih trauma.


Welly menyebut total peserta dan panitia yang terlibat dalam pelaksanaan diksar Korps Sukarela sekitar 29 orang.

"Kalau untuk mahasiswa belum ada, karena masih menjalani perawatan dan sebagian lagi masih trauma. Jadi kita masih mintai keterangan dari warga," ungkapnya.

Sebelumnya, Dua mahasiswi di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas usai terbawa hanyut air bah di sungai Adakongeng, Bacukiki, Kota Parepare.
Kedua korban yang bernama Nur Yangka dan Asmira berada di sungai tersebut karena tengah mengikuti pendidikan dasar (diksar) Korps Sukarela.

Kapolres Parepare AKBP Welly Abdillah menjelaskan saat kejadian para peserta sedang mengikuti diksar di aliran sungai. Menurut Welly, saat kejadian memang intensitas hujan tengah meningkat.

"Pada kondisi normal lokasi tempat mereka menggelar diksar sebagai daratan, namun ketika debit air meningkat daratan itu menjadi aliran sungai, mereka terjebak," kata Welly.

(mir/bmw/bmw)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER