Polisi Sekat Jalur di Kalimalang Cegah Massa 212 ke Monas

CNN Indonesia
Kamis, 02 Dec 2021 07:16 WIB
Polisi menyekat jalur Kalimalang dari arah Bekasi menuju Jakarta guna halau pergerakan massa ingin ikut Reuni Alumni 212 di Patung Kuda, kawasan Monas. Polisi melakukan penyekatan di Kalimalang untuk menfilter massa yang akan mengikuti reuni alumni 212 di Patung Kuda, Jakarta Pusat.(CNNIndonesia/Michael Josua)
Jakarta, CNN Indonesia --

Polisi menyekat jalur Kalimalang dari arah Bekasi menuju Jakarta untuk menghalau pergerakan massa yang hendak mengikuti kegiatan Reuni Alumni 212, Kamis (2/12).

Pantauan CNNIndonesia.com, puluhan polisi berjaga di depan Masjid Jami Al-Hidayah di sekitar jalur Lampiri, Kalimalang sejak pagi. Aparat juga terlihat mendirikan pos pengamanan guna memfilter massa apabila terindikasi melewati jalur itu untuk mengikuti reuni alumni 212.

Puluhan aparat keamanan itu terdiri dari personel Sat Sabhara, Polisi Lalu Lintas (Polantas), polisi berpakaian preman hingga beberapa prajurit TNI dan petugas dari Satpol PP.


Namun demikian, hingga sekitar pukul 06.40 WIB belum terindikasi pergerakan massa 212 yang hendak melintas menuju kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusar di jalur ini. Polisi pun tak memberhentikan kendaraan yang melintas dan hanya mengatur lalu lintas.

Berdasarkan pantauan, warga yang melintas didominasi oleh kendaraan pribadi berupa sepeda motor ataupun mobil. Kepadatan di jalur ini sesekali terjadi pada saat jam kerja, sekitar pukul 06.47 WIB.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, belum ada terpantau kendaraan massa untuk mengikuti aksi 212 sejak penyekatan polisi di jalur ini telah dilakukan pukul 04.00 WIB.

Terpisah, Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Argo Wiyono mengatakan penyekatan tersebut dilakukan guna memfilter pengendara yang diduga akan mengikuti aksi 212 dan mencoba melintas menuju arah Jakarta.

"Filterisasi dilaksanakan oleh masing-masing Polres sesuai kebutuhan di wilayah masing-masing," kata Argo saat dikonfirmasi.

Ia menuturkan bahwa pihaknya tak melakukan penutupan jalan total di wilayah perbatasan itu. Penutupan, kata dia, dilakukan polisi di sekitar kawasan Patung Kuda dan Monas yang menjadi lokasi rencana digelarnya reuni 212. Total ada 12 jalur yang akan dialihkan oleh aparat.

"Untuk Ditlantas konsentrasi di area monas yaitu dengan membuat penutupan dan alih arus," kata dia.

Pengawasan berlapis kepolisian dilakukan usai Polda Metro Jaya tidak mengeluarkan izin untuk Reuni Alumni 212 di Patung Kuda. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes E Zulpan menyebut pihaknya bakal menerapkan sanksi hukum jika masih ada massa melakukan aksi tersebut.

Sementara itu di kawasan sekitar Monas, terlihat sudah ada sejumlah massa yang datang untuk mengikuti reuni alumni 212 di titik Patung Kuda pagi ini. Mereka terlihat menunaikan subuh di Istiqlal, meskipun tampak masjid itu pagarnya ditutup.

Sementara itu, petugas gabungan--TNI, Polri, dan Satpol PP-- terlihat telah berjaga-jaga. Barikade pun telah dipasang menutupi jalan baik kawat berduri maupun water barrier. Imbas pemblokiran tersebut, lalu lintas pun terlihat macet di mana para pengguna jalan terlihat dialihkan petugas ke arah lain.

Sejauh ini, situasi terlihat masih kondusif, di mana tak terlihat penjagaan khusus dari aparat kepolisian di sekitar Masjid Istiqlal. Meski demikian, sebuah Mobil Raisa tampak berkeliling mengitari area Istiqlal sembari memberikan peringatan agar massa reuni 212 yang berkumpul segera meninggalkan lokasi.

"Kami beritahukan bagi masyarakat yang merasa diundang reuni 212, bahwa kegiatan tersebut tidak ada. Silakan untuk meninggalkan lokasi," ujar suara komando dari Mobil Raisa.

Peringatan tersebut disampaikan berkali-kali, terutama di titik-titik ramai massa reuni 212. Suara komando menyoroti keberadaan anak-anak dan remaja yang masih di bawah pengawasan orang tua dengan meminta mereka kembali ke rumah.

(mjo/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER