Kronologi Kebakaran Gedung Cyber 1 Versi Polisi

CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 23:17 WIB
Menurut polisi, berdasarkan keterangan saksi, kebakaran di gedung cyber 1 bermula pada Kamis (2/12) pukul 12.30 WIB. Petugas pemadam kebakaran melakukan pemadaman api di Gedung Cyber 1, Mampang, Jakarta, Kamis (2/12/2021). (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kebakaran di Gedung Cyber yang berlokasi di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Kamis (2/12) menyebabkan dua orang meninggal dunia.

Menurut polisi, berdasarkan keterangan saksi atas nama Septian, kebakaran bermula saat dia mendapat informasi dari karyawan bahwa alarm gedung berbunyi.

Pada Kamis (2/12) sekitar pukul 12.30 WIB, saksi Septian yang bekerja membersihkan kebun halaman depan gedung melihat asap tebal.


"Saksi melihat asap tebal keluar dari pintu lobi gedung, bersamaan dengan keluarnya karyawan gedung," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes E Zulpan dalam keterangannya, Jumat (3/12).

Dari kepulan asap tebal itu, kata Zulpan, barulah diketahui bahwa telah terjadi kebakaran di lantai 2 Gedung Cyber.

"Yang berasal dari baterai trafo lantai 2 bagian belakang Gedung Cyber terbakar," ucap Zulpan.

Kata Zulpan, saat ini polisi sudah memeriksa empat orang saksi terkait peristiwa kebakaran tersebut.

Selain itu, polisi juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) bersama tim Puslabfor.

"Motif dan tersangka akibat kebakaran yang terjadi di Gedung Cyber masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwajib," tutur Zulpan.

Kebakaran terjadi di Gedung Cyber, Jalan Kuningan Barat Raya No.8 RT.1/RW.3, Kuningan Barat, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, terjadi pada Kamis (2/12) siang.

Akibat kebakaran ini dua orang meninggal dunia, yakni SF dan MRK. 

Buntut dari peristiwa ini, Pemprov DKI Jakarta bakal mengevaluasi gedung-gedung, terutama yang tak dilengkapi jendela.

"Memang di gedung-gedung di Jakarta ini banyak sekali gedung yang tertutup tanpa jendela. Nah ini menjadi perhatian kita ke depan, nanti kita evaluasi bagaimana menyikapinya," kata dia, Kamis (2/12) malam saat meninjau lokasi kebakaran.

Kata Riza, untuk gedung-gedung tanpa jendela bisa diterapkan opsi dengan memberi palu atau kapak pemecah kaca.

"Sehingga kalau terjadi kebakaran seperti ini, segera saja kacanya dipecahkan dengan alat pemecah kaca kayak yang di bus-bus besar itu," tuturnya.

(dis/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER