Bamsoet Bertemu Sri Mulyani: Agar Tak Salah Paham

CNN Indonesia
Jumat, 03 Dec 2021 21:18 WIB
Bambang Soesatyo mengatakan pertemuan pimpinan MPR dengan Sri Mulyani digelar usai pimpinan MPR mengutarakan kekecewaan atas pemotongan anggaran. Ketua MPR Bambang Soesatyo bertemu dengan Menkeu Sri Mulyani usai polemik pemangkasan anggaran. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pimpinan MPR menggelar forum resmi dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk meningkatkan sinergitas antara MPR dengan Kemenkeu.

Pertemuan ini digelar usai pimpinan MPR mengungkapkan kekecewaan atas pemotongan anggaran yang terjadi hingga meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot Ani--sapaan akrab Sri Mulyani--dari jabatannya.

Ketua MPR Bambang Soesatyo alias Bamsoet mengungkapkan menghargai kesediaan Ani berdiskusi dengan pihaknya. Ia berharap forum resmi itu nantinya bisa mengantisipasi kesalahpahaman antara MPR dan Kemenkeu agar tidak terjadi lagi.


"Mengingat berbagai polemik yang terjadi belakangan ini antara Kemenkeu dengan MPR, bukan lah terkait masalah anggaran melainkan lebih kepada masalah komunikasi dan koordinasi terkait tugas-tugas kelembagaan. Agar ke depannya tidak terjadi kesalahpahaman, dan demi terciptanya hubungan saling menghormati, kita sepakat untuk saling bertemu," ujar Bamsoet dalam keterangan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Jumat (3/12).

Ia menegaskan MPR mendukung berbagai kebijakan pemerintah pusat melalui Kemenkeu dalam mengelola keuangan negara, khususnya dalam meningkatkan pendapatan negara dari berbagai sektor.

Menurut Waketum Partai Golkar itu, MPR juga mendukung pemerintah dalam memulihkan perekonomian nasional 2022.

"Di saat pemerintah mengantisipasi dampak pandemi Covid-19 dari sisi kesehatan dan ekonomi, MPR memperkuatnya dengan mengantisipasi dampak pandemi dari sisi ideologi, yakni dengan menggencarkan vaksinasi ideologi melalui Sosialisasi Empat Pilar MPR," katanya.

Dalam perkembangannya, Bamsoet mengungkapkan implementasi Empat Pilar dan konstitusi di sektor perekonomian merupakan salah satu masalah yang perlu mendapat perhatian.

"Perlunya pemahaman kebangsaan di sektor perekonomian khususnya terhadap ancaman neoliberalisme dalam perekonomian Indonesia saat ini penting. Mengingat bukan sekadar mitos melainkan sudah dirasakan sangat nyata," tutur Bamsoet.

Sebelumnya, Sri Mulyani juga mengunggah foto bersama Bamsoet, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia, di Bali Nusa Dua Convention Center.

Sebagai informasi, sebelumnya pimpinan MPR meminta Presiden Joko Widodo memberhentikan Menteri Keuangan Sri Mulyani dari jabatannya.

Wakil Ketua MPR Fadel Muhammad mengatakan anggaran lembaga yang dipimpinnya mengalami pengurangan. Padahal, saat ini pimpinan MPR sudah lebih banyak. Dari sebelumnya 8 kini sudah ada 10 orang.

Bamsoet juga sempat mengatakan Sri Mulyani tidak menghargai lembaga yang dipimpinnya lantaran beberapa kali tak datang rapat untuk membahas pemotongan anggaran.

[Gambas:Instagram]

(cin/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER