Reuni 212 Belum Tentukan Dukungan untuk Pemilu 2024

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Dec 2021 23:59 WIB
Reuni 212 mengatakan masih banyak PR upaya penyelesaian hukum Rizieq Shihab dan belum terpikirkan masalah politik Pemilu 2024. Massa Reuni 212 Memenuhi Jalan KH. Wahid Hasyim di Tanah Abang, Jakarta Pusat. (CNN Indonesia/ Syakirun Niam)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kelompok Reuni 212 menyatakan belum memikirkan dukungan terhadap tokoh tertentu untuk perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ketua Steering Commitee Reuni 212, Yusuf Martak, berujar hal itu dikarenakan masih banyak pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Kita belum berpikir untuk masalah politik [Pilpres 2024]," ujar Yusuf di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (4/12).


Yusuf menuturkan saat ini pihaknya masih fokus pada upaya penyelesaian hukum yang melibatkan Rizieq Shihab dan menantunya Hanif Alatas.

"Kita masih banyak pekerjaan, PR kita masih banyak, Habib Rizieq masih di dalam [penjara], Habib Hanif juga masih di dalam. Jadi, belum kepikiran untuk ke politik," tutur dia.

Dalam kesempatan itu, Yusuf menambahkan bahwa aksi menyampaikan pendapat yang dihelat kelompok 212 selalu berjalan damai tanpa ada benturan dengan aparat penegak hukum.

Hal itu disampaikan merespons aksi Reuni 212 yang telah terlaksana pada Kamis (2/12).

"Aksi super-super damai Reuni Akbar 212 tahun 2021 dengan reuni akbar yang setiap tahun kita selenggarakan Alhamdulillah tidak pernah mengarah anarkis dan menimbulkan kegaduhan. Apalagi sengaja berbenturan dengan aparat yang sedang menjalankan tugasnya di lapangan," tambah Yusuf.

Ia menegaskan kelompok 212 selalu menaati hukum dalam kegiatan menyampaikan pendapat di ruang publik.

"Umat islam dalam aksi selalu ingin berangkulan bukan ingin berpukulan," ucap dia.

Pada aksi yang berlangsung Kamis (2/12), mereka membawa tuntutan mulai dari menolak kriminalisasi ulama hingga pemberantasan korupsi serta bisnis PCR oleh pejabat negara.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif, sebelum massa membubarkan diri.

"Kita hari ini aksi bela ulama, enggak boleh ada ulama yang dizalimi dengan berbagai aneka macam kasus yang dibikin-bikin," ujar Slamet dalam orasinya di bilangan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

(ryn/fea)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER