Johan Budi ke Novel Cs Jadi ASN Polri: Tetap Berantas Korupsi

CNN Indonesia
Senin, 06 Dec 2021 22:20 WIB
Mantan Jubir KPK yang kini menjadi kader PDIP Johan Budi menyarankan Novel Baswedan dan kawan-kawan ditempatkan di posisi yang sesuai keahlian masing-masing. Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi berpesan kepada 44 mantan pegawai lembaga antirasuah yang bergabung sebagai ASN Polri untuk tetap berantas korupsi. (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mantan Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Johan Budi berpesan kepada 44 mantan pegawai lembaga antirasuah yang bergabung sebagai ASN Polri untuk tetap berantas korupsi.

"Ya pesannya tetaplah memberantas korupsi," kata Johan di Kompleks Parlemen, Senin (6/12).

Johan mendukung keputusan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mau menampung Novel Cs bergabung. Menurutnya, keputusan tersebut merupakan jalan tengah usai para pegawai tak lagi bisa kembali ke KPK.


Politikus PDI-Perjuangan itu juga meyakini keputusan Listyo telah mendapat persetujuan dari Presiden Joko Widodo. Di sisi lain, rencana itu juga membuka peluang kepada para mantan pegawai KPK yang ingin tetap berkiprah dalam pemberantasan korupsi.

"Kapolri mengambil inisiatif dan saya yakin itu disetujui oleh presiden, dia nggak mungkin berani tanpa persetujuan presiden," ujarnya.

Meski begitu, Johan mengaku belum mengetahui posisi Novel nantinya di Polri. Namun, dia menyarankan agar para pegawai pecatan Firli Bahuri tersebut ditempatkan sesuai keahlian mereka sejak di KPK.

Di sisi lain, Johan mengaku juga sempat berkomunikasi dengan para pegawai, termasuk di antaranya Novel Baswedan terkait tawaran kepada mereka. Menurutnya, para pegawai umumnya menyetujui dan menerima tawaran Kapolri untuk menjadi ASN di Polri.

"57 itu kan beda-beda, ada yang macem-macemlah, ada yang penyidik ada yang bukan penyidik kan, dan itu semua kan ditampung kalau dari statemetnya Kapolri," katanya.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Polri Kombes Ahmad Ramadhan menyebut 44 mantan pegawai KPK menerima tawaran sebagai ASN Korps Bhayangkara. Sedangkan delapan orang menolak menjadi abdi negara.



Sementara empat orang lainnya yang tak hadir dalam sosialisasi hari ini masih diberikan waktu hingga besok pagi untuk memutuskan menerima menjadi ASN Polri atau tidak.

"Adapun hasil sosialisasi, yang mengisi surat perjanjian dan menyatakan bersedia menjadi ASN Polri sebanyak 44 orang. Yang tidak bersedia delapan orang," kata Ramadhan, Senin (6/11).

(thr/fra)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER