Bupati Maluku Tengah Akui 15 Warganya Tertembak Peluru Karet Polisi

CNN Indonesia
Selasa, 07 Dec 2021 21:40 WIB
Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyatakan sedikitnya 15 warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, tertembak peluru karet polisi. Warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah tertembak peluru karet polisi, Selasa (7/12). (CNN Indonesia/Said)
Ambon, CNN Indonesia --

Bupati Maluku Tengah Tuasikal Abua menyatakan sedikitnya 15 warga Desa Tamilouw, Kecamatan Amahai, Maluku Tengah tertembak peluru karet polisi.

Penembakan itu buntut aksi bentrokan antara aparat dan warga di Desa Tamilouw, Selasa (7/12).

Meski begitu, dia meminta warga menahan diri dan tak terpancing dengan peristiwa yang baru saja terjadi pada subuh.


"Saya meminta semua pihak untuk tenang agar kita mencari solusi untuk menyelesaikan masalah ini," ujarnya saat dihubungi, Selasa (7/12).

Bentrok antara warga dan polisi, kata dia, menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah. Pasalnya, bentrokan yang dipicu akibat penangkapan pelaku perusakan tanaman warga dan pembakaran kantor desa, sempat menelan korban luka-luka.

Tak hanya itu, akses jalan penghubung pesisir selatan menuju ibukota Masohi sempat terputus karena warga memblokade jalan dengan menebang pohon dan mengecor jalan aspal.

Ia khawatir penutupan akses jalan justru akan berdampak terhadap perekonomian di Maluku Tengah.

Untuk itu, ia berjanji pihaknya tengah mencari solusi agar bentrok yang baru saja terjadi segera diselesaikan sehingga tak merugikan orang lain, terutama di sektor ekonomi.

Saat ini, kata Tuasikal, kondisi pascabentrok warga dan aparat mulai membaik sehingga bisa mempermudah penyelesaian konflik warga dan polisi.

Tuasikal menjelaskan, bentrokan antar warga dan aparat terjadi setelah aparat Polres Maluku Tengah melakukan penangkapan terhadap 11 orang yang diduga pelaku perusakan tanaman warga Dusun Rohua dan pembakaran kantor Desa Tamilouw.

Kala itu, polisi sempat diadang sejumlah warga. Polisi lantas mengeluarkan tembakan gas air mata untuk membubarkan massa, namun warga berusaha melawan.

Polisi kemudian mengeluarkan tembakan peluru karet ke arah warga, sehingga dalam peristiwa itu belasan warga luka-luka terkena piluru.

Terpisah, Kabid Humas Polda Maluku Kombes M. Roem Ohoirat mengatakan tujuh anggota kepolisian juga mengalami luka-luka, sementara empat mobil polisi dirusak massa.

"Ada tujuh polisi luka-luka dan empat mobil dirusak," ujar Ohoirat saat Konferensi Pers di Ambon, Selasa (7/12).

Ohoirat menjelaskan pada Selasa pagi Kapolres Maluku Tengah AKBP Rositah Umasugy memimpin langsung penangkapan terhadap pelaku perusakan tanaman warga Dusun Rohua dan pembakaran kantor Desa Tamilouw.

Namun, menurutnya, saat di lokasi rombongan Kapolres sempat diadang sejumlah orang.

Polisi sempat melakukan upaya pembubaran paksa massa dengan mengeluarkan tembakan gas air mata, namun warga tetap merampas senjata api dari polisi.

"Alhamdulillah senjata tak ada yang hilang, meski sempat tarik menarik senjata api," kata Ohoirat.

(sai/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER