Jakarta, CNN Indonesia -- Sejumlah situs maupun data milik kementerian dan lembaga negara (K/L) menjadi target peretasan sepanjang 2021.
Beberapa kasus peretasan diduga dilakukan oleh peretas (hacker) asal China, Mustang Panda Group. Biasanya, kasus kebocoran data diikuti dengan penjualan data pribadi di situs jual beli data, Raid Forum.
Pada 2021, setidaknya terdapat belasan kasus peretasan yang menyasar K/L. Berikut beberapa lembaga yang sudah maupun diduga diretas sepanjang tahun ini:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
TNI Angkatan Laut
TNI Angkatan Laut menjadi sasaran terbaru peretas asal China yang disebut-sebut mendapatkan sokongan dana dari negara. Dugaan peretasan ini diungkap oleh perusahaan keamanan siber swasta asal Amerika Serikat, Insight Group.
Selain TNI AL, hacker asal China ini juga mengincar beberapa organisasi pemerintah sejumlah negara di Asia Tenggara dan banyak di antaranya merupakan lembaga keamanan negara.
Lembaga tersebut antara lain, Kantor Perdana Menteri Thailand, Tentara Thailand, Angkatan Laut Filipina, Kantor Pusat Partai Komunis Vietnam, Majelis Nasional Vietnam, dan Kementerian Pertahanan Malaysia.
10 K/L Termasuk BIN
Selain kasus dugaan peretasan terhadap TNI AL, sebelumnya Insikt Group juga mengungkap dugaan peretasan terhadap 10 kementerian dan lembaga, termasuk Badan Intelijen Negara (BIN).
Peretasan juga diduga dilakukan oleh Mustang Panda Group yang menggunakan private ransomware bernama Thanos. Mereka menyebut upaya peretasan ditemukan pertama kali pada April lalu.
Pada Juni, peneliti Insight Group mengaku sudah melaporkan dugaan peretasan ini pada pemerintah. Mereka kembali melaporkan kasus tersebut pada Juli. Namun, pemerintah belum merespons laporan itu.
Belakangan, Badan Sandi Siber Negara (BSSN) baru menanggapi dugaan peretasan ini setelah kasus tersebut menjadi sorotan publik sekitar awal September.
Kebocoran Data Peserta BPJS
Kasus peretasan lainnya adalah kebocoran 270 juta data kependudukan milik Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Jutaan data pribadi tersebut dijual di situs forum yang melakukan jual beli data pribadi, Raid Forum.
Kebocoran data kependudukan dari BPJS itu telah dipastikan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo). Menurut Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi pihaknya telah melakukan analosa terjadap satu juta sampel data yang dibagikan secara gratis oleh akun bernama Kotz.
Buntut kasus kebocoran ini, Kominfo kemudian memeriksa Direksi BPJS pada 21 Mei lalu dan memblokir situs Raid Forum pada hari berikutnya.
Bersambung ke halaman berikutnya...
Akun Youtube BNPB
Sejumlah situs kementerian atau lembaga (K/L) diretas sepanjang tahun ini. Ilustrasi. (iStock/gorodenkoff).
Akun Youtube BNPB
Kasus peretasan juga menimpa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Pada Kamis (9/12) lalu, akun Youtube BNPB diretas menjadi akun aset mata uang digital Ethereum, Crypto.
Akun Youtube BNPB terpantau melakukan siaran langsung pendiri Ethereum, Vitalik Buterin.
Merespons hal ini, Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri kemudian menyelidiki dugaan peretasan terhadap akun Youtube BNPB. Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetya mengatakan sedang mencari sosok peretas itu.
"Profiling oleh Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber)," kata Dedi saat dikonfirmasi, Sabtu (11/12).
Akun Youtube KKP
Selain BNPB, akun Youtube Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) juga tidak luput dari sasaran peretasan.
Pada 24 Oktober lalu, KKP melalui akun Twitter resminya mengumumkan dugaan peretasan channel Youtube mereka.
Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com, jika menulis Kementerian Kelautan dan perikanan di kolom pencarian Youtube, yang muncul adalah aun "Shibalnu" dengan 62,8 ribu subscriber.
"Dear @TeamYouTube , our official youtube account "Kementerian Kelautan dan Perikanan" has been hacked. Could you please help us? Thank You," tulis KKP melalui akun twitter resmi, Minggu (24/10).
Akun Instagram Pemkot Solo
Akun resmi Instagram Pemerintah Kota Solo diretas pada Jumat-Sabtu (8-9/10) lalu. Akun tersebut mengunggah konten video lucu, foto sosok pegulat The Rock, hingga iklan penyedia layanan internet, Indihome.
Akun Instagram tersebut kembali pulih pada Sabtu (9/10)pagi. Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka kemudian melaporkan kasus peretasan tersebut tersebut kepada Facebook.
"Sudah dilaporkan ke Facebook, tidak tahu juga (indikasi peretasan), biar diurus FB (Facebook)," kata Gibran kepada wartawan saat mendampingi Menparekraf, Sandiaga Uno di Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (9/10) sebagaimana dikutip dari detik.com.