Memahami Era Transisi Pembelajaran Modern

BenQ | CNN Indonesia
Jumat, 31 Dec 2021 21:11 WIB
Seiring dengan waktu, kini peran guru sebagai pengajar sudah sewajarnya berkembang sesuai dengan transisi pembelajaran menuju ke era modern. Pandemi membuat murid maupun guru perlu melakukan perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar agar dunia pendidikan bisa beradaptasi di masa pandemi. (Foto: arsip BenQ)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tak dapat disangkal, sudah sejak lama guru memainkan peran kunci dalam dunia pendidikan. Namun seiring waktu, guru juga tak harus terpaku pada pola pembelajaran yang mengandalkan textbook saat memberi pelajaran kepada murid.

Justru, kini peran guru sebagai pengajar sudah sewajarnya berkembang sesuai dengan transisi pembelajaran menuju ke era modern.

Dalam kesempatan Webinar Implementasi Mindset, Skillset dan toolset, BenQ Indonesia yang diwakilkan Anang Maulana, mengilustrasikan bagaimana sebuah teknologi Interaktif Flat Panel mampu mendukung pola pembelajaran apabila para Guru menggunakan teknologi ini dalam kegiatan belajar mengajar.


Dalam kesempatan ini Anang memperagakan bagaimana Interactive Flat Panel BenQ mampu melakukan anotasi yang dimana hal tersebut akan mempermudah dan membuat proses pembelajaran menjadi lebih menarik dan interaktif.

Selain itu, para guru dapat mencoret Interactive Flat Panel seperti mencoret papan tulis pada umumnya.

BNR BenQ(Arsip BenQ).

Fitur Account Management System dan juga DMS dapat mempermudah Guru dan Tim IT sekolah untuk pengaturan akun masing-masing guru dan juga pengaturan perangkat IFP itu sendiri. Dengan adanya fitur Account Management System, para guru cukup membawa kartu NFC mereka dan memindainya ke IFP. Sehingga setiap guru tidak perlu membawa laptop dari satu kelas ke kelas lain.

Menurut Ahli Strategi Pendidikan, Sutraningrat Puspa Dewi bahwa perkembangan guru mengikuti era modern juga tak bisa dilakukan sembarang. Sebaliknya perkembangan peran guru harus berawal dari pola berpikir.

"Jadi kalau saat ini bapak-ibu hanya berpusat pada textbook saja, itu artinya bapak-ibu secara mindset masih di masa lalu, sementara kita saat ini sedang transisi ke pembelajaran yang lebih modern," ujar Dewi dalam webinar Transformasi Sekolah Digital.

Menurut Dewi, transisi pembelajaran ke era modern tak lepas dari pengaruh situasi pandemi Covid-19 yang 'menginfeksi' seluruh sektor di seluruh dunia. Tak dipungkiri, pandemi memberikan disrupsi agar semua pihak melakukan perubahan.

"Hal yang terjadi seperti disrupsi selama pandemi ini membuat perubahan yang sama sekali tidak kita duga sebelumnya," ujar Dewi.

Lebih lanjut, pandemi juga membuat murid maupun guru seperti dituntut untuk melakukan perubahan signifikan dalam proses belajar mengajar. Jelas, tujuannya agar dunia pendidikan bisa beradaptasi di masa pandemi.

"Jadi perubahan ini benar benar kita 'dipaksa' oleh situasi, oleh pandemi, untuk melakukan perubahan besar-besaran," tutur Dewi.

Di balik itu semua, Dewi membagikan saran agar proses belajar mengajar dilakukan dengan cara shared learning. Proses ini dicapai dengan memahami situasi satu sama lain, baik dari pihak guru maupun murid.

"Maka itu penting bagi kita melakukan shared learning, kita belajar satu sama lain, karena kita menghadapi situasi yang tidak sama," kata Dewi.

Lebih lanjut membicarakan tentang pembelajaran hybrid yang banyak diterapkan selama masa pandemi, guru juga harus memahami enam faktor penting dalam belajar.

Enam faktor ini menjadi kunci bagaimana guru bisa bertransformasi di era pembelajaran modern. Mulai dari lingkup pembelajaran, hingga jangkauan dari proses belajar mengajar itu sendiri.

"Pertama ruang lingkupnya, kemudian kurikulumnya, pace atau kecepatannya, ada resources sumber belajarnya, practicality atau bagaimana hal itu praktikal, kemudian jangkauannya," papar Dewi.

(aor/aor)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER