KPA: 50 Persen Lahan Proyek Stranas 2021 Berasal dari Konflik Agraria

CNN Indonesia
Kamis, 06 Jan 2022 17:29 WIB
Data KPA mencatat sepanjang 2021 jumlah konflik agraria mengalami kenaikan signifikan yakni sebanyak 73 persen dibanding 2020. Ilustrasi aksi massa petani terkait konflik agraria. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia --

Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mengungkapkan sepanjang 2021 setidaknya hampir 50 persen luas pengadaan tanah yang dibutuhkan pemerintah untuk proyek strategis nasional (PSN) berasal dari hasil konflik agraria.

KPA menyatakan konflik agraria di sektor infrastruktur dan properti akibat pelaksanaan PSN pada 2021 telah menyebabkan 40 kejadian. Puluhan kejadian konflik agraria itu terjadi di lahan yang secara kumulatif mencapai 11.466.923 hektare.

Jenis PSN penyebab konflik dimulai dari pengadaan tanah untuk pembangunan jalan tol, bendungan, pelabuhan, kereta api, kawasan industri, pariwisata hingga pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK).


"Jika dikaitkan dengan luas pengadaan tanah yang dibutuhkan pemerintah untuk menjalankan PSN di tahun 2021, maka luasan wilayah konflik tersebut mencapai 49, 8% dari total luasan kebutuhan PSN," tutur Sekretaris Jenderal KPA, Dewi Sartika dalam acara peluncuran Catatan Tahunan KPA, Kamis (6/1).

Ia memaparkan nomor wahid konflik agraria pada 2021 masih dipegang sektor perkebunan sebanyak 52 gejolak, sementara di urutan kedua adalah terkait proyek infrastruktur yang digenjot negara.

"Jumlah [konflik agraria terkait PSN] ini mengalami kenaikan signifikan sebanyak 73 persen dibandingkan tahun 2020," ujar Dewi.

"Dari 52 konflik tersebut, 38 kasus berasal dari PSN. Dengan begitu, konflik agraria infrastruktur akibat PSN ini mengalami lonjakan tinggi sebesar 123 % dibandingkan tahun 2020," imbuhnya.

Dewi menambahkan bahwa meningkatnya konflik agraria akibat pembangunan infrastruktur bertalian erat dengan target percepatan eksekusi proyek dan berbagai regulasi penjaminnya.

Sejak Perpres Nomor 109 Tahun 2020 tentang Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional dikeluarkan, KPA mencatat lebih dari 200 proyek bisnis raksasa milik pengusaha diklaim sebagai kepentingan umum.

Masalah Utama Proyek Strategi Nasional Berujung Konflik Agraria

Menurut KPA, masalah utama Proyek Strategi Nasional berujung konflik agraria adalah  tanah-tanah yang menjadi target pengadaan tanah untuk kepentingan umum tersebut tumpang tindih dengan tanah dan lahan pertanian masyarakat. Sementara di satu sisi, sambungnya, pemerintah terlihat tergesa-gesa dalam menjalankan proyek-proyek itu.

"[Pemerintah menggunakan] proses yang tergesa-gesa, tidak transparan dan partisipatif, abai dalam menghormati dan melindungi hak konstitusional warga terdampak, [serta] cenderung menempatkan masyarakat sebagai obyek ketimbang subyek pembangunan," ujar Dewi.

Lebih jauh, meski pembangunan PSN kerap menyebabkan penggusuran dan konflik agraria, Dewi menilai Presiden Jokowi justru kerap memberikan sinyal tidak segan menghukum pihak-pihak yang dianggap menghambat proses pembangunan.

Misalnya, dia mengingatkan, penyataan Jokowi saat meminta setiap kepala kepolisian daerah (Kapolda) di Indonesia mengawal investasi di Indonesia. Jokowi bahkan mengancam bakal memerintah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolda yang tidak mengawal investasi.

"Kalau ada yang ganggu-ganggu di daerah urusan investasi, kawal dan dampingi, agar setiap investasi tuh betul-betul direalisasikan," kata Jokowi dalam arahannya kepada Kepala Kesatuan Wilayah Polri dan TNI di Bali, Jumat (3/12/2021).

(cfd/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER