Pemimpin Lintas Agama, Aktivis, PRT Ketuk Panci Desak RUU PPRT

CNN Indonesia
Minggu, 09 Jan 2022 22:21 WIB
Pemimpin lintas agama, aktivis, dan PRT mengetuk panci sebagai bentuk dorongan agar RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT) segera disahkan. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sederet pemimpin lintas agama, aktivis, dan pekerja rumah tangga (PRT) mengetuk panci sebagai bentuk dorongan agar pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).

Gerakan ketuk panci itu digelar secara virtual pada Minggu (9/10). Lebih dari 190 orang yang hadir dalam ruang virtual itu mengetuk panci sebanyak 18 kali setiap orangnya.

Eva K Sundari dari Institut Sarinah yang juga ikut serta dalam acara itu mengatakan bahwa gerakan ini diharapkan dapat mendorong penuntasan RUU PPRT.


"Saya berharap lewat gerakan ini, kita mengimbau kepada presiden untuk memberikan endorsement kepada RUU PPRT yang selama 18 tahun digantung di meja pimpinan DPR," ujar Eva.

Eva menjelaskan, panci merupakan simbol yang menjadi kepentingan semua orang dari berbagai kalangan, tak peduli agama, umur, kelas, dan profesi. Di situlah terdapat peran PRT karena mereka bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakat di rumah.

"Kepada pimpinan DPR-RI dan juga kepada bapak Presiden, 18 tahun kami sudah memperjuangkan, kini saatnya RUU PPRT harus disahkan," teriak Eva sebelum memukul panci.

Ia mengatakan bahwa jerit tangis PRT naik sekitar 50 persen setelah pandemi Covid-19. RUU itu pun dinilai penting untuk disahkan agar PRT mendapat pengakuan, perlindungan, serta hak yang sesuai.

Andy Yetriyani dari Komnas Perempuan menjelaskan bahwa berdasarkan catatan tahunan yang dihimpun pihaknya, terdapat lebih dari 2.300 kasus kekerasan terhadap PRT sepanjang 2005 sampai 2020.

"Jadi, (kasus kekerasan terjadi) sepanjang hampir waktu dari perumusan rancangan UU, terkatung-katung," tuturnya.

Selain aktivis, tujuh perwakilan pemimpin lintas agama juga hadir dalam acara virtual ini. Ketujuh perwakilan pemimpin agama itu turut menyerukan bahwa seharusnya PRT mendapatkan perlakuan setara dengan manusia lain.

Perwakilan lintas agama yang hadir dalam gerakan itu antara lain Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Muhammadiyah, Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI), Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), Majelis Luhur Kepercayaan Indonesia (MLKI), dan MTAKI.

(can/has)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER