Bertemu Dubes, Ketua Umum PBNU Tegaskan Dampingi Rakyat Palestina

CNN Indonesia
Rabu, 12 Jan 2022 00:40 WIB
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf berjanji akan membantu cari jalan keluar dan meminta dunia internasional untuk turut memikirkan nasib rakyat Palestina. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan bakal terus mendampingi rakyat Palestina (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menegaskan bakal terus mendampingi rakyat Palestina dengan membantu mencarikan jalan keluar dari berbagai masalah yang dihadapi saat ini.

Hal itu ia katakan saat bertemu Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun di Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-57 Gerakan Pembebasan Nasional Palestina, di kediaman Duta Besar Palestina untuk Indonesia di Jakarta, pada Senin (10/1).

"NU selalu mendampingi rakyat Palestina. Kita ingin mencari jalan apa pun yang terjadi, sesempit apa pun untuk membuat terobosan-terobosan agar rakyat Palestina mendapat kesempatan untuk membangun masa depan," kata Yahya dalam keterangan resminya di situs resmi NU dikutip Selasa (11/1).


Yahya menilai persatuan faksi politik antara Hamas dan Fatah di Palestina harus menjadi salah satu yang harus diperjuangkan ke depan. Ia juga menekankan warga dunia harus meletakkan semua kepentingan-kepentingan subjektif dari masing-masing pihak dan fokus pada nasib rakyat Palestina.

"Ini bukan hanya untuk rakyat Palestina tetapi untuk seluruh umat manusia, karena kita harus bisa memahami bahwa nasib Palestina itu sebetulnya adalah nasib kemanusiaan," kata dia.

Yahya memandang persoalan rakyat Palestina telah menjadi noda kemanusiaan. Ia meminta warga dunia harus mencari jalan untuk memberikan masa depan yang layak bagi rakyat Palestina. Hal itu sebagai upaya agar umat manusia berhak untuk mendapatkan peradaban yang baik.

Karenanya, Ia berjanji PBNU akan melakukan langkah konkret dan memberikan jalan keluar ke depan bagi persoalan rakyat Palestina. Salah satu upayanya dengan bergerak di luar diplomasi resmi.

"Karena persoalan sudah sangat kompleks, sudah begitu lama, sehingga kalau hanya mengandalkan diplomasi resmi saja, tentu tidak akan cukup, kita harus melakukan hal-hal yang di luar diplomasi resmi. Banyak hal di luar diplomasi fotmal dan tetap harus kita tempuh supaya kita tetap mencari jalan keluar," imbuhnya.

(rzr/bmw/bmw)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER