Golkar Buka Kans Duetkan Airlangga-Andika Perkasa di Pilpres 2024

CNN Indonesia
Selasa, 11 Jan 2022 20:19 WIB
Meskipun masih mempertimbangkan opsi-opsi duet untuk Pilpres 2024, Ketua DPP Golkar memastikan pihaknya tak tergesa-gesa untuk menentukan sikap. Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, mengatakan, partainya terbuka dengan semua opsi yang ada untuk Pilpres 2024. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Partai Golkar membuka opsi menduetkan Ketua Umum mereka, Airlangga Hartarto dengan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pada Pilpres 2024. Ketua DPP Golkar, Dave Laksono, mengatakan, partainya terbuka dengan semua opsi yang ada.

Kendati demikian, Dave menyatakan pihaknya tak mau terburu-buru mengambil keputusan ihwal calon wakil presiden untuk Airlangga. Terlebih, saat ini Andika juga baru menjabat sebagai Panglima TNI.

"Calon wapres kita masih open untuk diskusi kepada siapa pun. Pak Andika kan juga baru dua bulan menjadi Panglima, ya jadi biarkan beliau itu fokus untuk menyelesaikan tugas-tugasnya dulu," kata Dave di Kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, Selasa (11/1).


Menurut Dave, kombinasi Airlangga dan Andika merupakan opsi yang patut dipertimbangkan. Namun, ia menegaskan bahwa Golkar tak tergesa-gesa untuk menentukan sikap.

"Itu memang satu paket yang menarik ya. Tapi ya kita jangan tergesa-gesa lah," ujar anggota komisi I DPR ini.

Sebagai informasi jika tak ada perubahan, Andika akan purnawirawan setidaknya pada akhir tahun ini.

Golkar sejak awal memastikan bakal mengusung Airlangga sebagai calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang. Sejumlah nama tokoh pun dikaitkan bakal menjadi pendamping Menteri Koordinator bidang Perekonomian itu.

Selain Andika, Airlangga juga sempat dikaitkan dengan nama Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. Hal tersebut disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco yang menyebut kemungkinan menduetkan Airlangga dengan Anies.

Pernyataan itu diungkapkan Basri merespons pihak-pihak yang menyebut kans Anies maju sebagai capres sulit lantaran tak punya kendaraan politik.

"Enggak mesti punya partai, kalau gandeng yang punya partai kan bisa. Kalau ditandemkan Airlangga-Anies kan bisa juga," kata Baco saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, Rabu (5/1).

(dmi/kid)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER