Jakarta, CNN Indonesia -- Perkembangan sebaran varian SARS-CoV-2 B.1.1.529 atau yang dikenal dengan varian Omicron di Indonesia terus bertambah pada Jumat (14/1) ini, dengan data terkini berjumlah 572 kasus. Pemerintah menyebut mayoritas merupakan kasus penularan dari para Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN).
Di tengah ancaman ini, pemerintah malah membuka pintu masuk Indonesia untuk seluruh negara.
CNNIndonesia.com merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kasus Omicron Naik Jadi 572
Kemenkes mencatat per-12 Januari terjadi penambahan 66 kasus Omicron, sehingga secara keseluruhan saat ini terdapat 572 kasus varian baru tersebut.
Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung (P2PML) Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menyebut temuan tambahan 66 kasus Omicron itu berasal dari 33 Pelaku Perjalanan Luar Negeri (PPLN), sementara 33 lainnya dari transmisi lokal.
Mayoritas pasien Omicron itu dikarantina di RSDC Wisma Atlet Kemayoran, yakni sekitar 339 orang, sementara sisanya menjalani karantina di rumah sakit yang telah ditunjuk oleh Satgas Penanganan Covid-19.
Satgas Hapus 14 Negara Asal WNA yang Dilarang Masuk RI
Satgas Covid mengumumkan masa karantina kedatangan seluruh PPLN kini disamaratakan menjadi 7 x 24 jam, berubah dari semula 10 x 24 jam bagi WNI yang datang dari 14 negara yang dilarang ke Indonesia.
14 negara yang dimaksud yakni Afrika Selatan, Botswana, Norwegia, Prancis, Angola, Zambia, Zimbabwe, Malawi, Mozambique, Namibia, Eswatini, Lesotho, Inggris, dan Denmark.
Daftar negara asal WNA yang dilarang datang ke Indonesia pun kini resmi dihapus. Semula daftar itu diberlakukan untuk menekan penularan varian Omicron.
Masa Karantina Kedatangan Internasional Rata 7 Hari
Satgas Penanganan Covid-19 mengumumkan masa karantina kedatangan seluruh PPLN kini disamaratakan menjadi 7 x 24 jam.
Ketentuan itu termaktub dalam Keputusan Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 3 Tahun 2022 tentang Pintu Masuk (Entry Point), Tempat Karantina, dan Kewajiban RT PCR bagi WNI PPLN yang diteken oleh oleh Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Letjen TNI Suharyanto pada 12 Januari 2022.
Warga Usia 18 Tahun ke Atas Sudah Bisa Dapat Booster
Siti Nadia menyebut warga berusia 18 tahun ke atas yang sudah mendapatkan tiket vaksin booster melalui aplikasi PeduliLindungi bisa langsung mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat.
Hal ini merupakan revisi pernyataan Kemenkes sebelumnya, bahwa booster golongan non-prioritas baru bisa dimulai awal Februari.
"Kalau sudah ada tiket [booster], dicoba saja ya. Karena ada faskes yang mempunyai stok yang cukup, dan sasaran lansianya sudah tercapai," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/1).
Kemenkes Izinkan Ibu Hamil Dapat Vaksin Booster
Kemenkes memberikan lampu hijau bagi ibu hamil untuk menerima vaksin booster. (CNN Indonesia/Safir Makki)
Kemenkes memberikan lampu hijau bagi ibu hamil untuk menerima vaksin booster.
Selain ibu hamil, sementara ini pemerintah memprioritaskan warga lanjut usia dan warga yang memiliki penyakit penyerta alias komorbid dengan immunocompromised.
"Iya, ibu hamil boleh," kata Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi kepada CNNIndonesia.com, Kamis (13/1).
Warga Penerima Vaksin Primer Belum Bisa Dapat Booster
Kemenkes menjelaskan alasan warga penerima vaksin virus corona primer dengan jenis Pfizer belum masuk sebagai sasaran penerima vaksin dosis lanjutan atau booster di Indonesia.
Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi menambahkan saat ini sasaran booster baru menyasar warga penerima vaksin primer Sinovac dan AstraZeneca.
"Belum ditentukan ya, karena kan belum sampai enam bulan (pemberian vaksin primer)," kata Nadia kepada CNNIndonesia.com, Jumat (14/1).
Capaian Dosis Vaksin RI
Per Jumat (14/1) Pukul 12.00 WIB tercatat 174.291.585 warga RI telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona, sementara 118.952.014 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan.
Dengan demikian, target vaksinasi dosis pertama dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 83,69 persen, sementara dosis kedua baru berada di angka 57,12 persen.
Update Covid 14 Januari 2021
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini, Jumat (14/1) mencatat terdapat penambahan kasus covid-19 baru sebanyak 850 orang. Sementara untuk kasus sembuh terdapat penambahan sebanyak 353 kasus, dan 8 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.269.740 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.117.700 orang dinyatakan pulih, 7.877 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 144.163 orang lainnya meninggal dunia.