BPOM Harap Vaksin Merah Putih Dapat Izin Darurat Juli, Mundur Sebulan

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 20:51 WIB
Izin penggunaan darurat Vaksin Merah Putih diperkirakan keluar pada Juli, atau mundur sebulan dari yang sebelumnya dikatakan BPOM. Kepala BPOM Penny Lukito memperkirakan izin darurat Vaksin Merah Putih keluar Juli. (Foto: Dok. Kominfo RI)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito memperkirakan izin penggunaan darurat atau emergency use authorization (EUA) vaksin Covid-19 merek Merah Putih keluar pada Juli 2022.

"Harapannya adalah sekitar bulan Juli sudah bisa diberikan emergency use authorization dan bisa diproduksi secara massal di tahun 2022 ini," kata dia, di Jogja Expo Center, Bantul, Sabtu (15/1).

Sebelumnya, Penny memperkirakan pemberian EUA vaksin tersebut dilakukan pada Juni 2022, setelah sebelumnya molor dari rencana pada Maret 2022. 


"Saat ini sedang diproduksi vaksin untuk clincial lot untuk uji klinik. Diharapkan bulan Februari awal uji klinik vaksin Merah Putih Unair dan PT Biotis Pharmaceuticals dapat berlangsung dengan kira-kira bulan Juni bisa mendapat EUA," kata dia, dalam konferensi pers, Senin (10/1).

Penny melanjutkan vaksin hasil pengembangan Universitas Airlangga (Unair) dan PT Biotics Pharmatical itu telah melewati tahapan uji praklinis. Rencananya, vaksin Merah Putih mulai memasuki masa uji klinis fase pertama dalam waktu dekat.

"Mereka sudah menyelesaikan uji pra klinis dengan hewan, sudah. Jadi dalam waktu dekat sekarang sudah pra klinik, lalu sedang menunggu produksi untuk uji klinis," bebernya.

"Insyaallah di awal Februari akan segera kita launching uji klinik fase satu," sambung Penny.

Lebih jauh, Penny menerangkan bahwa saat ini fasilitas produksi vaksin ini masih disiapkan oleh PT Bio Farma sebagai satu-satunya perusahaan farmasi yang mengantongi sertifikat perizinan pembuatan vaksin corona dari BPOM.

Ia berujar, dalam masa pandemi Covid-19 ini pihaknya kian menyadari pentingnya ketahanan dan kemandirian, khususnya dalam bidang industri farmasi. Terlebih dengan segala kebutuhan vaksin untuk manusia yang semakin dibutuhkan.

Vaksin Merah Putih ini, lanjutnya, sebagai kesempatan guna mendorong pertumbuhan industri farmasi di Indonesia. Sehingga nantinya ada vaksin yang kemudian bisa dihasilkan sendiri oleh anak bangsa.

"Tentu dengan memenuhi aspek-aspek cara produksi obat yang baik dengan sangat ketat sehingga nanti kualitas vaksin kita jaga sekali," pungkasnya.

Sebelumnya, kelanjutan riset Vaksin Merah Putih dipertanyakan seiring peleburan sejumlah lembaga penelitian ke BRIN, terutama Eijkman.

BRIN mengatakan ada tujuh tim yang kini mengembangkan vaksin produk dalam negeri dalam konsorsium nasional untuk pengembangan Vaksin Merah Putih.

Pelaksana Tugas Kepala Organisasi Riset Ilmu Pengetahuan Hayati BRIN Iman Hidayat mengungkapkan progres pengembangan Vaksin Merah Putih yang paling cepat adalah dari Universitas Airlangga (Unair) Surabaya.

"Saat ini tim yang progress-nya paling cepat adalah tim dari Unair bekerja sama dengan PT Biotis sudah menyelesaikan uji praklinis pada makaka (monyet)," katanya, dikutip dari Antara, Sabtu (15/1).

(kum/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER