Gempa M 6,6, Warga Sumur Banten Mengungsi ke Huntap eks Tsunami 2018

CNN Indonesia
Sabtu, 15 Jan 2022 13:47 WIB
Warga Desa Tamanjaya, Sumur, Pandeglang, Banten, mengungsi ke hunian bekas Tsunami Selat Sunda 2018 pascagempa M 6,6. Ilustrasi. Warga Banten mengungsi ke huntap eks tsunami 2018. (Foto: ANTARA FOTO/Budiyanto)
Pandeglang, CNN Indonesia --

Masyarakat Desa Tamanjaya, Kecamatan Sumur, Kabupaten Pandeglang, Banten, mengungsi ke hunian tetap (huntap) yang dahulu mereka gunakan usai tsunami Selat Sunda tahun 2018.

Ade Sutoni, Kepala Desa (Kades) Tamanjaya, menyebut hanya sebagian warga yang bertahan di kampung untuk ronda dan menjaga rumah masyarakat.

"Setelah saya survei dari Kampung Paniis sampai Kampung Tamanjaya, itu rata-rata pada ngungsi. Hanya beberapa saja [yang bertahan], itu juga yang berjaga di tiap kampung biar rumah enggak sampai kosong," kata dia, saat dihubungi, Sabtu (15/1).


Menurutnya, warga mengungsi ke huntap atas inisiatif sendiri lantaran sudah memiliki kebiasaan langsung pergi ke huntap yang berada di dataran tinggi jika ada gempa besar.

Masyarakat yang berjaga di kampung pun, kata dia, tetap diminta untuk terus waspada. Ia menyebut warga berencana mengungsi hingga Sabtu (15/1) sambil menunggu keadaan aman.

"Direncanakan ngungsi sampai besok, tapi tergantung situasi besok pagi. Karena kekhawatiran ada gempa susulan. Alasan warga mengungsi sih karena disini dulu pernah terjadi tsunami, jadi mereka pada trauma," terangnya.

Untuk kerusakan sendiri, dia belum bisa memastikan jumlahnya, karena mengutamakan keselamatan dan ketenangan warganya. Namun dia memperkirakan ada puluhan rumah warga rusak akibat diguncang gempa bumi berkekuatan 6,7 SR pada Jumat sore, 14 Januari 2022.

"Kalau total belum kami rilis. Kami juga terkendala sinyal, jadi belum rilis jumlahnya berapa. Kalau perkiraan sih 20 rumah sih lebih itu," jelasnya.

Sebelumnya, gempa dengan Magnitudo 6,7, yang kemudian dimutakhirkan menjadi 6,6, mengguncang Sumur, Banten. Sejumlah bangunan pun rusak di berbagai wilayah.

Di Kabupaten Lebak, 31 rumah dan tiga sekolah terdampak gempa di 10 kecamatan.

"Total 10 kecamatan terdampak, 3 sekolah terdampak dan 32 rumah terdampak. Dengan rincian 12 rumah rusak berat, 3 Rusak sedang, 17 rusak ringan. 2 orang luka ringan di kepala," kata Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya, Jumat (14/1).

Sekolah yang rusak adalah SMPN 3 Wanasalam, MAN 3 Gunung Kencana, dan SDN Sukaresmi Sobang. Kemudian korban luka ada di Kecamatan Cihara dan Malingping.

"Korban jiwa nihil. Korban luka sudah dibawa ke puskesmas terdekat untuk ditangani," terangnya.

Kecamatan di Kabupaten Lebak yang terdampak gempa Sumur yakni Cibadak, Gunung Kencana, Cijaku, Wanasal, Cihara, Malingping, Banjarsari, Sobang, Cirinten dan Rangkasbitung.

Wilayah terparah yang mengalami kerusakan berada di Kecamatan Cihara dengan 16 rumah rusak. Disusul Kecamatan Cirinten, dengan 7 rumah rusak. Data tersebut dihimpun BPBD Kabupaten Lebak pada Jumat, 14 Januari 2022 pukul 19.00 wib.

"Saya sudah memerintahkan camat, jaro (kepala desa), relawan, untuk update dan pendataan, dengan prioritas penyelamatan. BPBD dan Dinsos untuk bergerak cepat menyalurkan kebutuhan dasar berupa sembako dan kebutuhan lain bagi masyarakat terdampak," ujarnya.

(ynd/arh)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER