419 Jemaah Umrah Pulang Hari Ini, Karantina 7 Hari di 2 Hotel

CNN Indonesia
Senin, 17 Jan 2022 08:58 WIB
Sebanyak 419 jemaah umrah perdana akan kembali ke Indonesia Senin (17/1). Mereka akan menjalani karantina di dua hotel di sekitar Bandara Soekarno-Hatta. Ilustrasi, jemaah umrah. (ANTARA FOTO/FAUZAN)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Subdirektorat Pemantauan dan Pengawasan Ibadah Umrah dan Haji Khusus Kementerian Agama (Kemenag), M Noer Alya Fitra mengatakan 419 jemaah umrah perdana yang telah berangkat ke Arab Saudi akan kembali ke Indonesia hari ini (17/1).

Mereka nantinya akan menjalani karantina di dua hotel yang telah ditunjuk oleh biro travel umrah sesuai daftar yang diterima dari Satgas Penanganan Virus Corona (Covid-19).

"Iya hari ini tiba. [Karantina di] Ibis Summarecon dan D'Prima 2 Bandara. Di hotel dekat bandara. Itu [yang pulang] sekitar 419 orang yang dilepas Kemenag," kata pria yang akrab disapa Nafit itu kepada CNNIndonesia.com, Senin (17/1).


Nafit menjelaskan seluruh jemaah umrah wajib menjalani pelbagai protokol kesehatan yang ketat saat tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Salah satunya seluruh jemaah itu wajib melakukan tes swab PCR saat kedatangan di bandara.

Setelah melakukan tes swab PCR, para jemaah yang memiliki hasil negatif bisa melanjutkan karantina selama 7 hari di hotel yang telah ditentukan. Selepas karantina 7 hari, para jemaah wajib menjalani tes swab PCR kembali sebagai syarat untuk kembali ke rumah masing-masing.

"Hasilnya nanti keluar di bandara. Kalau negatif mereka bisa lanjut karantina di hotel 7 hari. Kalau positif nanti akan ada treatment tersendiri. Yang [pengalaman] kemarin dibawa ke Wisma Atlet selama 10 hari," kata dia.

Di sisi lain, Nafit mengatakan pihaknya masih menunggu rekomendasi dari Satgas Penanganan Virus Corona (Covid-19) terkait pemanfaatan Asrama Haji Pondok Gede Jakarta sebagai tempat karantina jemaah umrah setibanya di Indonesia.

Nafit mengatakan pihaknya telah berkirim surat ke Satgas Penanganan Covid-19 untuk memanfaatkan Asrama Haji Pondok Gede beberapa waktu lalu.

"Itu kan masih di proses. Kita tunggu dari BNPB mungkin untuk penetapan itu dari BNPB. Kita menunggu aja BNPB seperti apa. Atau kita harus bagaimana," kata Nafit.

(rzr/ugo)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER