Rumah Tergenang, Warga Cengkareng Bantah Klaim Anies Atasi Banjir

CNN Indonesia
Rabu, 19 Jan 2022 20:23 WIB
Sejumlah warga Cengkareng membantah klaim Anies Baswedan yang menyatakan banjir Jakarta surut dalam waktu cepat karena kerja senyap Pemprov DKI. Banjir merendam kawasan Cengkareng Barat dan Tegal Alur, Jakarta Barat, hingga Rabu (19/1) malam. (CNN Indonesia/Taufiq Hidayatullah)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga di Cengkareng Barat, Jakarta Barat, membantah klaim Gubernur Anies Baswedan yang menyatakan banjir Jakarta surut dalam waktu cepat karena kerja senyap dan tuntas Pemprov DKI.

Salah seorang warga di RW 09, Kecamatan Cengkareng Barat, Hasan mengatakan banjir tidak pernah benar-benar surut di wilayah permukimannya.

Ia memastikan banjir terus menggenangi rumahnya semenjak hujan deras pada Selasa (18/1) siang. Kendati begitu, kata dia, ketinggian banjir saat ini memang sudah menyusut dibanding kondisi awal.


Hanya saja, klaim Anies bahwa banjir telah surut dalam waktu cepat menurutnya tidak terbukti di Cengkareng Barat.

"Belum pernah surut dari kemarin ini. Kalau menurun memang iya, sekarang cuma sebetis. Kemarin pas lagi tinggi bisa sampai sepinggang," ujarnya ketika ditemui CNNIndonesia.com, Rabu (19/1).

Kondisi lebih parah dialami oleh warga yang berada di RW 2 Kelurahan Tegal Alur, Jakarta Barat. Ketua RW 02, Krisdiantoro mengatakan total ada 11 RT di wilayahnya yang terendam banjir.

Ketinggian banjir, kata dia, cukup bervariasi dari 60 sampai 120 cm. Banjir tertinggi berada di kawasan RT 01 yang mencapai 120 cm.

"Yang lain itu mayoritas 80-60 cm (ketinggian banjir). Kurang lebih kalau terdampak secara langsung sih kira-kira ada 5.000 jiwa warga," jelasnya terpisah.

Ia mengatakan, air mulai naik di wilayah ini sekitar pukul 02.30 WIB dini hari. Kondisi tersebut menurutnya disebabkan oleh luapan air dari Kali Semonggol.

Sampai saat ini, ia mengatakan debit air di wilayah tersebut masih tinggi. Total ada 24 keluarga yang memutuskan untuk mengungsi di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Tegal Alur akibat peristiwa ini.

"Kiriman dari Semonggol dan sifatnya air ini hanya berputar dan nunggu aliran sampai ke laut itu agak kering dari laut sana," tuturnya.

Pantauan CNNIndonesia.com, banjir masih menggenang di kedua titik tersebut hingga Rabu (19/1), pukul 18.00 WIB. Banjir juga merendam ruas jalan utama, di Kamal Raya.

Imbas banjir tersebut, terjadi kemacetan parah kurang lebih sepanjang 2 kilometer dari arah Jalan Lingkar Luar Barat hingga Tegal Alur. Sejumlah kendaraan bermotor juga mogok akibat nekat menerabas banjir.

Anies Baswedan sebelumnya mengklaim banjir yang terjadi di Ibu Kota surut dalam waktu cepat karena kerja senyap dan tuntas jajaran Pemprov DKI.

"Semua dikerahkan untuk memompa dari kawasan tergenang dan dialirkan ke saluran/kanal/sungai. Surut cepat karena semua sumber daya dikerahkan. Itulah kerja jajaran DKI: senyap dan tuntas," kata Anies dalam akun Instagram pribadinya, Rabu.

Di sisi lain, berdasarkan data dari BPBD DKI Jakarta, hingga Rabu (19/1) pukul 15.00 WIB, masih ada 102 RT di Jakarta tergenang banjir.

Jumlah itu justru konstan bertambah dari titik banjir yang dicatat BPBD sejak pukul 06.00 WIB.

(tfq/pmg)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER