Anhar Gonggong Desak RI Cabut Partisipasi Pameran Rijksmuseum Belanda

CNN Indonesia
Kamis, 27 Jan 2022 15:39 WIB
Anhar mendesak pemerintah berani untuk menarik diri dari pameran tersebut, meminta pulang semua koleksi milik Indonesia yang rencananya akan dipamerkan di sana. Ilustrasi agresi militer Belanda. (Nationaal Museum van Wereldculturen/C.J. Taillie via Wikimedia Commons (CC BY-SA 3.0)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sejarawan Anhar Gonggong mendesak pemerintah berani mengambil sikap mencabut keterlibatan dalam 'pameran revolusi' yang digelar di Rijksmuseum, Februari mendatang.

Desakan Anhar menyusul kabar kurator tamu asal Indonesia, Bonnie Triyana yang dipolisikan lantaran menolak istilah 'bersiap' dalam pameran yang digelar hingga Juni 2022 tersebut. Anhar juga mengecam sikap Rijksmuseum yang pada akhirnya tetap menggunakan istilah 'bersiap' dalam pameran tersebut.

"Istilah bersiap tidak pernah ada, tidak pernah dikenal di Indonesia. Bonnie harus berani konsisten untuk pendapatnya itu," ujar Anhar kepada CNNIndonesia.com, Kamis (27/1).


Anhar mengakui istilah bersiap yang ada di Belanda memang mem-framing tentang bangsa Indonesia yang melakukan pembunuhan terhadap Indo-Belanda. Namun Anhar menegaskan sejarah tidak bisa dipenggal tanpa sebab musabab.

"Persoalannya adalah Belanda yang datang ke Indonesia yang telah merdeka, bangsa Indonesia mempertahankan kemerdekaan," tegas Anhar.

"Pemerintah harus berani untuk menarik diri dari pameran tersebut, meminta pulang semua koleksi milik Indonesia yang rencananya akan dipamerkan di sana," ujar Anhar menegaskan.

"Tidak terlibat dalam pameran tersebut merupakan sikap tegas negara ketika melihat keegoisan Belanda terkait dengan sejarah bangsa ini," tegas Anhar.

Terkait persoalan Bonnie dipolisikan, Anhar menilai sudah semestinya negara pun memberikan perlindungan.

"Bonnie adalah warga Indonesia yang berhak mendapatkan perlindungan dari kasus hukum di negara manapun," tegas Anhar.

Bonnie dipolisikan usai artikelnya memutuskan untuk meniadakan istilah 'bersiap' dalam galeri pameran yang digelar Rijksmuseum, Amsterdam yang akan dibuka pada 11 Februari dan berlangsung hingga Juni 2022. Pada pameran itu, Bonnie tercatat sebagai kurator tamu

Bonnie menilai istilah 'Bersiap' yang digunakan hanya akan menebalkan cap sentimen rasialisme terhadap orang-orang Indonesia semasa periode 1945-1947. 'Periode Bersiap', dalam pandangan Bonnie, selalu menampilkan narasi tentang wajah orang Indonesia yang primitif, biadab, serta tersulut kebencian ras.

"Padahal akar persoalannya adalah ketidakadilan yang diciptakan kolonialisme, yang membentuk struktur masyarakat yang hierarkis secara rasial guna menyelubungi eksploitasi terhadap koloninya," tulis Bonnie dalam sebuah artikel opini di situs NRC, 10 Januari 2022.

Tujuh lukisan dari koleksi Istana Kepresidenan Indonesia dipamerkan di Rijksmuseum, Amsterdam, Belanda. Pameran berjudul "Revolusi! Indonesië Onafhankelijk" atau Revolusi! Indonesia Merdeka itu akan berlangsung mulai Jumat, 11 Februari 2022.

Pameran lukisan karya maestro lukis Indonesia ini akan menyorot tahun-tahun bergolak di Indonesia setelah Sukarno mendeklarasikan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Tujuh lukisan tersebut menjadi bintang pameran karena semuanya merupakan contoh penting dari representasi seni perjuangan revolusi.

(ain/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER