Luhut: BOR Masih Terkendali, Jakarta di Bawah 37 Persen

CNN Indonesia
Jumat, 28 Jan 2022 14:41 WIB
Data yang diungkap Luhut berbeda dengan data Kementerian Kesehatan yang mencatat BOR di DKI Jakarta hari ini mencapai 41 persen. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim kondisi pandemi Covid-19 di DKI Jakarta terkendali. Dia menyebut tingkat keterisian tempat tidur rumah sakit (bed occupancy rate/BOR) di DKI Jakarta berada di bawah 37 persen.

Luhut memahami jumlah kasus Covid-19 varian Omicron hampir mencapai 2.000 kasus. Namun, dia menilai kasus itu belum berdampak pada keterisian rumah sakit.

"Kita lihat tingkat hunian tempat tidur di rumah sakit itu masih terkendali. Di Jakarta, misalnya, masih di bawah 37 persen," kata Luhut pada Sidang Majelis Pekerja Lengkap-Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia yang digelar virtual, Jumat (28/1).


Data yang diungkap Luhut berbeda dengan data yang dipaparkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Kemenkes mencatat BOR di DKI Jakarta hari ini mencapai 41 persen. Kemenkes pun memberi tanda kuning untuk BOR DKI pada laporan harian.

Data Luhut juga berbeda dengan data milik Pemprov DKI Jakarta. Pemprov mengungkap keterisian tempat tidur rumah sakit di Jakarta menembus 45 persen.

Luhut meyakini Covid-19 varian Omicron belum berdampak besar bagi pertambahan kasus. Dia menyebut Omicron hanya menyumbang sekitar 10 persen dari total kasus Covid-19.

"Kasus Omicron mungkin hanya berkisar 10 persen, diikuti Banten 15 persen, dan provinsi-provinsi lainnya masih di bawah 10 persen," tutur Luhut.

Meski demikian, ia mengajak para pendeta yang hadir di acara itu untuk terus menyosialisasikan protokol kesehatan. Ia berharap para pendeta menjadi contoh bagi masyarakat dalam urusan pengendalian Covid-19.

"Kiranya untuk semua jangan lupa disiplin karena biarlah kita semua memberikan contoh disiplin, baik dalam penerapan prokes, maupun penggunaan PeduliLindungi," ucapnya.

(dhf/ain)


[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER