HAFECS Gelar Konferensi Dorong Literasi Indonesia

Kemendikbud | CNN Indonesia
Sabtu, 29 Jan 2022 10:05 WIB
HAFECS menggelar Teaching and Learning Innovation Conference 2022 dengan tema Ekosistem Pendidikan, Inovasi, dan Kurikulum Paradigma Baru 2022, Kamis (28/1). HAFECS menggelar Teaching and Learning Innovation Conference 2022 dengan tema Ekosistem Pendidikan, Inovasi, dan Kurikulum Paradigma Baru 2022, Kamis (28/1). (Foto: Kemendikbud)
Jakarta, CNN Indonesia --

HAFECS (Highly Functioning Education and Consulting Services) bersama Guruinovatif.id, yaitu platform pelatihan bagi guru dan tenaga pendidik, menggelar Teaching and Learning Innovation Conference 2022 dengan tema Ekosistem Pendidikan, Inovasi, dan Kurikulum Paradigma Baru 2022 pada Kamis (28/1).

Diikuti oleh lebih dari 5 ribu peserta, acara ini menghadirkan sejumlah pembicara profesional seperti Direktur HAFECS Zulfikar Alimuddin, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Komaruddin Hidayat, Hayuni Retno Widarti, Hanindhito Himawan Pramana, Taufik Hidayat, Maximus Gorky Sembiring, Daniel Sangi, Williams Rahaditama, serta Aan K. Prasetia.

Para peserta yang terdiri atas dosen, kepala sekolah, guru, mahasiswa, praktisi pendidikan, lembaga pendidikan, hingga peserta umum terlihat semangat mengikuti kegiatan. Pasalnya, tema yang menjadi representasi HAFECS ini menggambarkan keinginan unuk mendorong tingkat kesadaran masyarakat dan pemangku kepentingan pendidikan terkait berbagai masalah dan tantangan dalam dunia pendidikan masa kini, seperti kemampuan literasi dan numerasi Indonesia yang rendah.


Direktur HAFECS Zulfikar mengatakan, kemampuan literasi dan numerasi berperan penting pada kompetensi penerus bangsa dalam menghadapi persaingan internasional. Dia meyakini, Indonesia memiliki 60 juta siswa yang dapat menciptakan kemajuan otentik pada 5 tahun ke depan.

"Saya melihat ada 1.001 harapan baru bagi kemajuan autentik bangsa Indonesia dalam 5 tahun ke depan. Ketika guru masih mau belajar, maka siswa akan mendapatkan inspirasi terpenting dalam hidupnya, bahwa belajar adalah sebuah proses yang tidak pernah berhenti dilakukan bahkan oleh sang guru," ujar Zulfikar.

Akademisi dan mantan Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Komaruddin Hidayat mengaku sepakat untuk mendukung inovasi dalam pendidikan di Indonesia. Sebagai pendamping sekaligus teladan anak, guru juga harus melakukan stimulasi agar dapat menyampaikan ilmu kepada peserta didik.

"Dalam pendidikan sekarang, banyak teknologi untuk membuat pembelajaran menjadi menyenangkan, namun ini menjadi tantangan dan tanggung jawab bagi kita semua, untuk memajukan pendidikan Indonesia," kata Komaruddin, Jumat (28/1).

Saat kegiatan, Emil Dardak pun mengatakan bahwa seiring dengan perkembangan teknologi, mestinya seorang guru tak lagi kesulitan mengajar dan membuat siswa bersemangat menimba ilmu dengan memanfaatkan teknologi, agar kegiatan belajar-mengajar dikemas dengan cara menyenangkan.

(rea/rea)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER