Kasus konfirmasi warga yang terjangkit virus corona (Covid-19) mulai mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Penambahan kasus Covid-19 harian pada hari ini bahkan melonjak melampaui dari rekor penambahan kasus harian tertinggi pada 15 Juli 2021.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, pemerintah memastikan tidak akan menarik rem darurat, dan malah memberikan sejumlah relaksasi pada aktivitas publik selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor Kasus Harian Covid Tembus 57 Ribu
Pemerintah mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona bertambah 57.049 kasus pada hari in, Selasa (15/2). Jumlah itu terhitung merupakan rekor tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali dilaporkan 2 Maret 2020.
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini mencatatkan terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 26.747 kasus, dan 134 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.901.328 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.349.848 orang dinyatakan pulih, 406.025 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 145.455 orang lainnya meninggal dunia.
Pemerintah memberikan sejumlah relaksasi pada PPKM Level 3 selama periode 15-21 Februari 2022. Ketetapan itu diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 10 Tahun 2022 yang diteken oleh Mendagri M Tito Karnavian pada 14 Februari 2022.
Jumlah daerah dengan status PPKM Level 3 mengalami kenaikan dari 41 daerah menjadi 66 daerah. Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori ini secara keseluruhan berasal dari tujuh provinsi Jawa-Bali.
Begitu pula, status daerah pada PPKM Level 2 dari 57 daerah meningkat menjadi 58 daerah. Sedangkan untuk daerah yang berada pada status PPKM Level 1 mengalami penurunan dari 30 daerah menjadi 4 daerah.
Relaksasi yang diberikan di antaranya penambahan kapasitas pada aktivitas publik seperti tempat bermain anak di mal, tempat kebugaran atau gym, fasilitas umum seperti taman kota, hingga aktivitas seni. Rata-rata dari yang awalnya kapasitas 25 persen meningkat menjadi 50 persen.
Omicron Menyebar ke 24 Provinsi RI
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat penambahan kasus varian Omicron di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak pertama kali diidentifikasi di Indonesia 15 Desember 2021 lalu.
Berdasarkan data per 13 Februari 2022 yang baru diunggah melalui situs resmi pada Selasa (15/2), kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 5.305 kasus, meningkat sebanyak 618 kasus dibandingkan laporan data pada 6 Februari lalu. Kasus Omicron di Indonesia juga sudah menjadi transmisi lokal dan menyebar di 24 provinsi.
Sementara 10 provinsi yang tercatat belum mengidentifikasi varian ini, di antaranya adalah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat setidaknya sebanyak 275 tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia terpapar virus corona selama periode 1 Januari-15 Februari 2022, atau selama gelombang varian Omicron menjangkiti Indonesia.
Ketua Umum PPNI Harif Fadilah menyebut, jumlah itu bertambah sebanyak 115 orang dalam kurun waktu lima hari. Kendati demikian, ratusan nakes yang terpapar Covid-19 itu mayoritas bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG).
"Sampai dengan 15 Februari, ada 275 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Harif kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/2).
IDI: Jangan Normalkan Kematian Covid
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti jumlah kematian warga yang meninggal selama gelombang tiga dampak dari transmisi varian Omicron di Indonesia tidak bisa dianggap remeh.
Pemerintah sebelumnya mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang meninggal akibat terinfeksi virus corona bertambah 145 kasus Senin (14/2) kemarin. Jumlah itu terhitung merupakan penambahan tertinggi sejak akhir September tahun lalu.
"Yang memprihatinkan adalah jumlah kematian yang terus meningkat, 145 kasus. Jangan menormalkan jumlah kematian ini kemudian dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia. Tidak ada satu pun kematian yang baik-baik saja," kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Selasa (15/2).
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan lampu hijau bagi sejumlah golongan masyarakat untuk melakukan mobilitas di fasilitas umum tanpa kekhawatiran di tengah pandemi virus corona.
Luhut menyebut warga yang 'bebas' menjalani aktivitas di tempat umum meliputi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid, dan sudah mendapatkan proteksi tambahan lewat vaksinasi Covid-19.
"Kalau memang dia sudah vaksin, sudah dua kali, sudah booster, tidak ada komorbid ya jalan-jalan saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan," kata Luhut.
Pemerintah Tambah Pintu Masuk Internasional
Pemerintah kembali menambah pintu masuk untuk kedatangan internasional. Kebijakan itu diterapkan justru di saat kasus Covid-19 aktif nyarus 400 ribu kasus. Pintu masuk baru tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Salah satunya pintu kedatangan via udara di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Pada pengaturan Inmendagri 10/2022, terdapat penambahan pintu masuk udara, yaitu Bandara Zainuddin Abdul Madjid di NTB," kata Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA melalui keterangan tertulis, Selasa (15/2).
Bukan hanya jalur udara yang dibuka saat ini, melainkan juga jalur laut dan jalur darat. Pemerintah membuka pintu kedatangan internasional via laut di Tanjung Benoa, Bali; Batam dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; dan Nunukan, Kalimantan Utara.
Pintu masuk internasional jalur darat juga dibuka di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan PLBN Entikong di Kalimantan Barat. Pemerintah pun membuka jalur masuk via darat di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur.
Kemenkes Perluas Akses Telemedicine ke Luar Jawa-Bali
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memutuskan untuk memperluas akses layanan telemedicine bagi pasien terpapar virus corona yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.
Awalnya, layanan telemedicine hanya berfokus pada wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kemudian diperluas ke daerah di kawasan aglomerasi Jawa-Bali. Dan terkini diputuskan untuk kembali diperluas ke provinsi di luar pulau Jawa-Bali.
"Kita juga sudah melakukan layanan telemedicine, lebih ke 350 ribu rakyat dan 100 ribu sudah menerima obatnya. Dan rencana atas arahan Pak Menko Perekonomian, selain di Jawa-Bali, mulai minggu ini kita lakukan di luar Jawa-Bali," kata Budi.
Warga 6 Bulan Lebih Tak Suntik Vaksin Dosis 2 Diminta Vaksin Ulang
Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta setidaknya 2,5 juta warga Indonesia mengulang pemberian vaksin virus corona dosis satu akibat tidak mematuhi ketentuan interval pemberian vaksin dosis satu dan dua.
Budi menyebut, 2,5 juta warga itu tidak lekas mengakses vaksin dosis dua pasca penyuntikan dosis pertama. Sementara 10 juta warga juga dilaporkan telat tiga bulan mengakses vaksin dosis dua dari jeda pemberian vaksin dosis pertama.
"Yang sudah di atas 6 bulan itu harus diulang vaksinasinya, ada 2,5 juta, kita pun berlebih vaksinnya. Jadi yang sudah divaksin pertama kali belum lengkap, kemudian tidak vaksinasi kedua cepat suruh vaksinasi dua dosis, kita toh banyak vaksinnya," kata Budi.
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Selasa (15/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, 188.338.544 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 135.814.029 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 90,43 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 65,21 persen.
Jakarta, CNN Indonesia --
Kasus konfirmasi warga yang terjangkit virus corona (Covid-19) mulai mengalami peningkatan dalam sepekan terakhir. Penambahan kasus Covid-19 harian pada hari ini bahkan melonjak melampaui dari rekor penambahan kasus harian tertinggi pada 15 Juli 2021.
Di tengah kondisi lonjakan kasus itu, pemerintah memastikan tidak akan menarik rem darurat, dan malah memberikan sejumlah relaksasi pada aktivitas publik selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
CNNIndonesia.com telah merangkum peristiwa dan informasi perihal perkembangan kasus covid-19 di Indonesia dalam 24 jam terakhir, sebagaimana berikut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor Kasus Harian Covid Tembus 57 Ribu
Pemerintah mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang positif terinfeksi virus corona bertambah 57.049 kasus pada hari in, Selasa (15/2). Jumlah itu terhitung merupakan rekor tertinggi sejak kasus Covid-19 pertama kali dilaporkan 2 Maret 2020.
Data harian yang dirilis Satgas Covid-19 per hari ini mencatatkan terdapat penambahan kasus sembuh sebanyak 26.747 kasus, dan 134 kasus meninggal baru.
Sehingga secara kumulatif, sebanyak 4.901.328 orang dinyatakan positif terinfeksi virus corona. Dari jumlah itu sebanyak 4.349.848 orang dinyatakan pulih, 406.025 orang menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri, sementara 145.455 orang lainnya meninggal dunia.
Pemerintah memberikan sejumlah relaksasi pada PPKM Level 3 selama periode 15-21 Februari 2022. Ketetapan itu diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 10 Tahun 2022 yang diteken oleh Mendagri M Tito Karnavian pada 14 Februari 2022.
Jumlah daerah dengan status PPKM Level 3 mengalami kenaikan dari 41 daerah menjadi 66 daerah. Kabupaten/Kota yang masuk dalam kategori ini secara keseluruhan berasal dari tujuh provinsi Jawa-Bali.
Begitu pula, status daerah pada PPKM Level 2 dari 57 daerah meningkat menjadi 58 daerah. Sedangkan untuk daerah yang berada pada status PPKM Level 1 mengalami penurunan dari 30 daerah menjadi 4 daerah.
Relaksasi yang diberikan di antaranya penambahan kapasitas pada aktivitas publik seperti tempat bermain anak di mal, tempat kebugaran atau gym, fasilitas umum seperti taman kota, hingga aktivitas seni. Rata-rata dari yang awalnya kapasitas 25 persen meningkat menjadi 50 persen.
Omicron Menyebar ke 24 Provinsi RI
Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kesehatan (Balitbangkes Kemenkes) mencatat penambahan kasus varian Omicron di Indonesia terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan sejak pertama kali diidentifikasi di Indonesia 15 Desember 2021 lalu.
Berdasarkan data per 13 Februari 2022 yang baru diunggah melalui situs resmi pada Selasa (15/2), kasus Omicron di Indonesia sudah mencapai 5.305 kasus, meningkat sebanyak 618 kasus dibandingkan laporan data pada 6 Februari lalu. Kasus Omicron di Indonesia juga sudah menjadi transmisi lokal dan menyebar di 24 provinsi.
Sementara 10 provinsi yang tercatat belum mengidentifikasi varian ini, di antaranya adalah Aceh, Sumatera Barat, Jambi, Kalimantan Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) mencatat setidaknya sebanyak 275 tenaga kesehatan (nakes) di Indonesia terpapar virus corona selama periode 1 Januari-15 Februari 2022, atau selama gelombang varian Omicron menjangkiti Indonesia.
Ketua Umum PPNI Harif Fadilah menyebut, jumlah itu bertambah sebanyak 115 orang dalam kurun waktu lima hari. Kendati demikian, ratusan nakes yang terpapar Covid-19 itu mayoritas bergejala ringan atau bahkan tanpa gejala (OTG).
"Sampai dengan 15 Februari, ada 275 perawat yang terkonfirmasi positif Covid-19," kata Harif kepada CNNIndonesia.com, Selasa (15/2).
IDI: Jangan Normalkan Kematian Covid
Ketua Satgas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) Zubairi Djoerban mewanti-wanti jumlah kematian warga yang meninggal selama gelombang tiga dampak dari transmisi varian Omicron di Indonesia tidak bisa dianggap remeh.
Pemerintah sebelumnya mencatat jumlah penambahan kasus harian warga yang meninggal akibat terinfeksi virus corona bertambah 145 kasus Senin (14/2) kemarin. Jumlah itu terhitung merupakan penambahan tertinggi sejak akhir September tahun lalu.
"Yang memprihatinkan adalah jumlah kematian yang terus meningkat, 145 kasus. Jangan menormalkan jumlah kematian ini kemudian dibandingkan dengan jumlah populasi Indonesia. Tidak ada satu pun kematian yang baik-baik saja," kata Zubairi melalui cuitan di akun twitter pribadinya @ProfesorZubairi, Selasa (15/2).
Luhut Persilakan Warga 'Khusus' Jalan-jalan
Foto: CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim
Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memberikan lampu hijau bagi sejumlah golongan masyarakat untuk melakukan mobilitas di fasilitas umum tanpa kekhawatiran di tengah pandemi virus corona.
Luhut menyebut warga yang 'bebas' menjalani aktivitas di tempat umum meliputi mereka yang tidak memiliki riwayat penyakit penyerta atau komorbid, dan sudah mendapatkan proteksi tambahan lewat vaksinasi Covid-19.
"Kalau memang dia sudah vaksin, sudah dua kali, sudah booster, tidak ada komorbid ya jalan-jalan saja. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan berlebihan," kata Luhut.
Pemerintah Tambah Pintu Masuk Internasional
Pemerintah kembali menambah pintu masuk untuk kedatangan internasional. Kebijakan itu diterapkan justru di saat kasus Covid-19 aktif nyarus 400 ribu kasus. Pintu masuk baru tersebar dari wilayah barat hingga timur Indonesia. Salah satunya pintu kedatangan via udara di Nusa Tenggara Barat (NTB).
"Pada pengaturan Inmendagri 10/2022, terdapat penambahan pintu masuk udara, yaitu Bandara Zainuddin Abdul Madjid di NTB," kata Direktur Jenderal Administrasi Wilayah Kemendagri Safrizal ZA melalui keterangan tertulis, Selasa (15/2).
Bukan hanya jalur udara yang dibuka saat ini, melainkan juga jalur laut dan jalur darat. Pemerintah membuka pintu kedatangan internasional via laut di Tanjung Benoa, Bali; Batam dan Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; dan Nunukan, Kalimantan Utara.
Pintu masuk internasional jalur darat juga dibuka di Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Aruk dan PLBN Entikong di Kalimantan Barat. Pemerintah pun membuka jalur masuk via darat di PLBN Motaain, Nusa Tenggara Timur.
Kemenkes Perluas Akses Telemedicine ke Luar Jawa-Bali
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin memutuskan untuk memperluas akses layanan telemedicine bagi pasien terpapar virus corona yang menjalani isolasi mandiri (isoman) di rumah masing-masing.
Awalnya, layanan telemedicine hanya berfokus pada wilayah aglomerasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Kemudian diperluas ke daerah di kawasan aglomerasi Jawa-Bali. Dan terkini diputuskan untuk kembali diperluas ke provinsi di luar pulau Jawa-Bali.
"Kita juga sudah melakukan layanan telemedicine, lebih ke 350 ribu rakyat dan 100 ribu sudah menerima obatnya. Dan rencana atas arahan Pak Menko Perekonomian, selain di Jawa-Bali, mulai minggu ini kita lakukan di luar Jawa-Bali," kata Budi.
Warga 6 Bulan Lebih Tak Suntik Vaksin Dosis 2 Diminta Vaksin Ulang
Menkes Budi Gunadi Sadikin meminta setidaknya 2,5 juta warga Indonesia mengulang pemberian vaksin virus corona dosis satu akibat tidak mematuhi ketentuan interval pemberian vaksin dosis satu dan dua.
Budi menyebut, 2,5 juta warga itu tidak lekas mengakses vaksin dosis dua pasca penyuntikan dosis pertama. Sementara 10 juta warga juga dilaporkan telat tiga bulan mengakses vaksin dosis dua dari jeda pemberian vaksin dosis pertama.
"Yang sudah di atas 6 bulan itu harus diulang vaksinasinya, ada 2,5 juta, kita pun berlebih vaksinnya. Jadi yang sudah divaksin pertama kali belum lengkap, kemudian tidak vaksinasi kedua cepat suruh vaksinasi dua dosis, kita toh banyak vaksinnya," kata Budi.
Capaian vaksinasi covid-19 di Indonesia per Selasa (15/2) Pukul 12.00 WIB tercatat, 188.338.544 orang telah menerima suntikan dosis pertama vaksin virus corona. Sementara itu, 135.814.029 orang juga telah rampung menerima dua dosis suntikan vaksin covid-19 di Indonesia.
Dengan demikian, target vaksinasi pemerintah dari total sasaran 208.265.720 orang sudah menyentuh 90,43 persen dari sasaran vaksinasi yang menerima suntikan dosis pertama. Sedangkan suntikan dosis kedua baru berada di angka 65,21 persen.