Aksi Hari Perempuan, Buruh-buruh Kecam Pengawasan Lemah Negara

CNN Indonesia
Selasa, 08 Mar 2022 20:02 WIB
Dalam aksi Hari Perempuan Internasional, KASBI mengkritik pengawasan lemah negara terhadap perusahaan nakal yang menyunat hak para pekerja. Dalam aksi Hari Perempuan Internasional, KASBI mengkritik pengawasan lemah negara terhadap perusahaan nakal yang menyunat hak para pekerja. (ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Jakarta, CNN Indonesia --

Buruh yang tergabung dalam Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI) mendesak pemerintah memerhatikan kelompok pekerja hawa dalam peringatan Hari Perempuan Internasional, Selasa (8/3).

Mereka bergabung dalam Aliansi Buruh Perempuan turun ke jalan untuk melakukan aksi di depan kompleks parlemen, Jakarta Pusat, Selasa siang.

"Hak-hak buruh perempuan hanya sekedar menjadi di atas kertas saja, dan semakin diperparah dengan semakin banyaknya pengusaha nakal dan pengawasan negara yang sangat lemah," kata Ketua KASBI Nining Elitos dalam keterangannya.

Ia menyatakan kaum buruh perempuan masih menjadi tumbal upah murah dengan adanya diskriminasi upah di sektor padat karya seperti tekstil, garmen dan sepatu. Padahal, sambungnya, komoditas-komoditas tersebut merupakan unggulan ekspor dan penyumbang devisa negara.

Selain itu, Nining menyatakan kaum buruh perempuan menjadi korban paling sengsara dalam penerapan sistem kerja kontrak atau outsourcing dan praktik upah murah. Buruh perempuan akan semakin mudah di-PHK atau diputus kontrak karena hamil atau melahirkan.

Pihaknya juga mengkritisi industri yang tak memerhatikan kesehatan reproduksi kelompok buruh perempuan.

Lebih lanjut, ia mengatakan keadaan menjadi semakin buruk lagi ketika pemerintah mengesahkan Undang-Undang Sapu Jagat yaitu Omnibus Law Cipta Kerja, PP Turunanya dan bahkan di terbitkanya Permenaker Nomor 2 Tahun 2022 yang mengatur pencairan dana JHT kaum buruh dengan usia harus 56 tahun meskipun di PHK belum mencapai usia tersebut.

Menurutnya, kebijakan tersebut jelas sangat buruk dan tidak manusiawi, di mana dalam 2 tahun ini mayoritas kaum buruh tak ada kenaikan upah dengan alasan terdampak  pandemi covid.

"Ibaratnya saat ini kaum buruh sudah jatuh tertimpa tangga, kelilipan debu pula," ungkap Nining.

Dalam aksi itu, setidaknya sejumlah tuntutan dilayangkan KASBI pada Hari Perempuan Internasional. Pertama mendesak pemerintah segera mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja beserta berbagai aturan turunannya, kemudian setop pemberangusan Serikat Buruh di perusahaan Sawit dan perusahaan manufaktur lainnya.

Lalu, mendesak jaminan dan perlindungan hak-hak buruh perempuan, setop diskriminasi terhadap buruh perempuan, dan menghentikan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap buruh perempuan. Selanjutnya memfasilitiasi Tempat Penitipan Anak (Day Care) bagi anak-anak buruh dan berikan Ruang Laktasi bagi buruh perempuan menyusui, dan berikan hak kesehatan reproduksi buruh perempuan.

Mereka juga mendesak pemerintah menjamin dan melindungi pekerja migran Indonesia, hingga menuntut pengesahan RUU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga dan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Sebagai informasi, Ratusan massa buruh menggelar aksi demo di depan Gedung DPR dalam rangka Hari Perempuan Internasional. Berdasarkan pantauan CNNIndonesia.com pukul 10.20 WIB. Aksi itu berlangsung hingga sekitar pukul 15.00 WIB.

Hari perempuan internasional diperingati saban 8 Maret setiap tahunnya. Hari itu menjadi momen monumental global untuk memperjuangkan hak perempuan di segala bidang seperti dari mulai sosial, pendidikan, ekonomi, budaya, hingga politik.

(lna/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER