Jakarta, CNN Indonesia -- Kegiatan prosesi Kendi Nusantara hingga berkemah di kawasan titik nol bakal Ibu Kota Negara (IKN) baru RI, Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur dinilai sebagai bentuk ketidakpekaan terhadap kondisi sosial dan ekonomi saat ini.
"Justru mengabaikan situasi dan kondisi ekonomi rakyat di tengah situasi krisis yang kian berlapis," ujar Dinamisator Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kalimantan Timur Pradarma Rupang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia juga menyinggung perihal pengerahan ribuan personel yang dinilai pihaknya menguras keuangan negara, serta publik yang masih berkonsentrasi memenuhi kebutuhan seperti minyak goreng.
"Terlihat sekali ya bagaimana situasi bahkan di Kaltim sendiri, antrian-antrian panjang ribuan warga itu masih berlangsung hingga hari ini," jelasnya.
Selain itu, simbol para Gubernur menyetor tanah dan air dari daerah masing-masing pun dinilainya tidak pas dilakukan di tengah krisis lingkungan terkait daerah aliran sungai (DAS) hingga konflik agraria.
Pihaknya mengatakan keberadaan IKN juga akan memunculkan efek domino di sejumlah wilayah. Beberapa di antaranya proyek PLTA untuk memasok listrik IKN, hingga jutaan metrik ton batu palu yang diseberangkan dari Sulawesi Tengah.
"Begitu juga Nikel untuk menunjang kendaraan listrik di IKN, materialnya dimobilisasi dari sejumlah tambang yang tersebar di Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara," kata dia.
Dia juga menyinggung soal lokasi IKN terdapat 149 lubang tambang yang masih menganga seluas 256 ribu Ha.
"Lubang Tambang ini sebagian besar disebabkan oleh operasi 25 perusahaan tambang," kata Rupang.
Baca halaman selanjutnya soal rencana hijau Jokowi di IKN
Jokowi Berambisi Bangun IKN Nusantara Jadi Kota Hutan
Foto aerial titik nol IKN di tengah Hutan Tanaman Industri, Kecamatan Sepaku, Kalimantan Timur, 13 Februari 2022. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono)
Sementara itu, Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan pemindahan IKN dari Jakarta ke Kaltim dipastikan selalu melihat aspek lingkungan. Ia menegaskan hal tersebut karena tujuan akhir dari ibu kota negara baru ini ialah green smart city.
"Sudah sering saya sampaikan, pembangunan IKN diawali dengan merehabilitasi hutan-hutan yang ada," ujar Jokowi saat meninjau Persemaian Mentawir seperti dilansir dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Selasa (15/3).
Menurutnya, dengan rehabilitasi kawasan di sekitar IKN bisa kembali kepada fungsi semula yakni sebagai hutan tropis dan bukan hutan monokultur. Persemaian Mentawir dalam 6-7 bulan ke depan diharapkan mampu memproduksi 15-20 juta bibit pohon nyatoh, meranti, kapur, gaharu, hingga jambu-jambuan.
"Dengan pohon itu pula burung-burung bisa masuk ke habitatnya di IKN," tuturnya.
Kepala negara dua periode tersebut menambahkan, nantinya jutaan bibit yang dihasilkan dari Persemaian Mentawir akan dibawa ke IKN kemudian ditanam di lahan-lahan kritis.
"Dengan penanaman kembali suasana di IKN Nusantara betul-betul seperti konsep yang sudah direncanakan yaitu kota hutan," kata Jokowi.