Jakarta, CNN Indonesia -- "Tiap-tiap engkau datang ke hadapan Masjid Istiqlal, engkau akan berkata: Alhamdulillah, aku adalah orang, putra Indonesia, dan Indonesia memiliki masjid demikian ini yang menjadi kekaguman dunia," demikian pidato Presiden pertama RI, Sukarno saat pemancangan tiang pertama Masjid Istiqlal di tahun 1961 silam.
Ide awal pembangunan masjid raya negara yang kemudian bernama Istiqlal awalnya berawal dari penyerahan kedaulatan dari Belanda pada tahun 1949.
Ketika itu Menteri Agama Wahid Hasyim mengusulkan membangun sebuah masjid raya di jantung ibu kota. Tidak hanya berfungsi sebagai rumah ibadah tapi juga simbol negeri yang merdeka. Bung Karno lantas menyetujui gagasan itu. Saat dibangun, Bung Karno bahkan berkeinginan Istiqlal menjadi masjid yang terbesar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Istiqlal dirancang oleh Friedrich Silaban. Seorang arsitek legendaris yang juga merupakan anak dari pendeta Protestan. Friedrich lahir di Bonandolok, Sumatra Utara pada 16 Desember 1912.
Desain masjid buatan Silaban berhasil menjadi pemenang dan menyingkirkan 30 orang yang mendaftar sayembara pembuatan Masjid Istiqlal pada 1955 lalu. Masjid itu kemudian diberi nama Istiqlal yang berarti merdeka.
Selain Istiqlal, Silaban merupakan sosok di balik bangunan-bangunan bersejarah di Indonesia, mulai dari Monumen Nasional (Monas) hingga Stadion Utama Gelora Bung Karno.
Meski beragama Protestan, Silaban tak asal ketika merancang Masjid Istiqlal. Achmad Rizky Nugraha dalam Pandangan Politik Bung Karno dalam Membangun Masjid Istiqlal (2021) menjelaskan, Silaban turut mempelajari tata cara dan aturan orang muslim melaksanakan ibadah salat dan berdoa untuk menyempurnakan rancangan Masjid Istiqlal.
Silaban juga mempelajari banyak pustaka mengenai masjid-masjid di dunia dan bertukar pikiran dengan para ulama tentang bagaimana seharusnya masjid itu dibangun.
Berbeda dengan bangunan masjid lain, Istiqlal memiliki desain arsitektur yang khas. Hampir seluruh dindingnya memiliki ciri bolong-bolong, sehingga sirkulasi udara leluasa menerobos dari semua sisi ke bagian dalam ruangan.
Desain ini tidak saja membuat sistem pengaturan udara menjadi sehat, tapi turut memunculkan kesan kemewahan. Bangunan induk Istiqlal memiliki luas 1 hektar, bertingkat 5 dengan kubah bergaris tengah 45 meter. Di pucuknya dipasang bulan bintang dengan garis tengah tiga meter.
 Foto: CNN Indonesia/Adhi Wicaksono Umat Muslim melaksanakan Shalat Tarawih berjamaah di Masjid Istiqlal. Jakarta, Sabtu (2/4/2022). (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono) |
Di dalamnya terdapat 12 buah tiang besar dan tinggi. Ini sekaligus menggambarkan rasa kecil manusia di hadapan Tuhan. Sementara bagian dalam kubah berbentuk cekung berwarna abu-abu kehijauan dengan ornamen yang dingin. Sehingga setiap orang yang berada di dalam ruangan selalu ingin melihat tengadah ke atas.
Total luas lantainya sebesar 7,2 hektare atau sekitar tujuh kali luas lapangan bola. Juga tidak kalah terdapat bangunan Menara yang meruncing ke atas setinggi 66,66 meter. Melambangkan jumlah ayat dalam kitab suci Al-Qur'an. Badan menara yang lancip seperti hendak menembus langit itu juga dibuat berlubang lubang.
Ini merupakan upaya dari Silaban merancang masjid tetap memberikan ciri khas Islam dan keindonesiaan pada karyanya.
Panogu Silaban, anak F. Silaban bersaksi bahwa Istiqlal merupakan karya terbesar sang ayah. Ia berkisah ayahnya memiliki pandangan kalau beragama Kristen jangan jadi orang Yahudi, kalau beragama Hindu jangan jadi orang India, kalau beragama Islam jangan jadi orang Arab. Sehingga, ayahnya membuat desain Istiqlal dengan karakter Indonesia.
"Eksterior dan interior yang dibuat ramah iklim tropis juga sekaligus merespon iklim Indonesia, sehingga seperti tidak terlalu panas saat berada di dalam Istiqlal," ujar Panogu saat berbincang dengan CNNIndonesia.com, April 2021 lalu.
Meski beragama Protestan, Panogu mengatakan ayahnya kerap melakukan riset dan berdiskusi dengan berbagai ulama saat pembangunan Istiqlal. Sehingga, ia bisa menjawab terkait kebutuhan umat Islam.
Alhasil, rancangan Istiqlal milik Silaban telah mendapat pujian dari pangeran Arab. Lama kelamaan, semakin banyak orang yang menerima karyanya.
"Dalam beberapa kali kesempatan pidato, ayah mengatakan kalau ini bukan hanya soal membangun masjid. Ini juga soal membangun masjid yang sesuai dengan karakter Indonesia," ujar Panogu menirukan ayahnya.
Masjid ini kemudian mendapat predikat sebagai menjadi masjid terbesar di Asia Tenggara dengan kapasitas 200 ribu orang.
'The New Istiqlal' dan Terowongan Silaturahmi
Terowongan silaturahmi penghubung Istiqlal dengan Gereja Katedral (CNBC Indonesia/Tri Susilo)
Masjid Istiqlal kini membawa citra baru bertajuk "The New Istiqlal". Citra itu digaungkan Imam Besar Masjid Nasaruddin Umar usai rampungnya renovasi besar-besaran pertama kalinya pada 2020 lalu setelah masjid itu dibangun 42 tahun silam.
Proyek renovasi Istiqlal yang berlangsung pada 2019-2020 disuntik dana APBN sebesar Rp511 miliar untuk pembangunan fisik dan Rp7,1 miliar buat manajemen konstruksi.
Renovasi besar-besaran dipusatkan di bagian pekarangan area masjid. Pantauan CNNIndonesia.com pada Senin (22/3), halaman Istiqlal kini makin banyak pohon dan rumput. Sehingga makin sejuk dan asri.
Untuk bagian dalam masjid interiornya dipercantik. Tiang-tiang pancang di dalam masjid dilapisi aluminium sehingga memantulkan cahaya ke seluruh area. Paling memgesankan yakni langit-langit interior masjid juga diperindah dengan lampu-lampu yang penataannya didesain modern.
Tak hanya penampilan, Istiqlal kini dilengkapi beberapa fasilitas baru yang makin memanjakan para jamaah yang datang. Semisal dibangunnya Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan antara Masjid Istiqlal dan Gereja Katedral. Terowongan Silaturahmi itu dinamakan langsung oleh Presiden Joko Widodo.
Terowongan Silaturahmi merupakan koridor bawah tanah yang menjadi penghubung Istiqlal dan Katedral. Lokasi Masjid Istiqlal dan Katedral diketahui berhadapan langsung. Terowongan ini direncanakan memiliki panjang 33 M dengan kedalaman 7 meter.
Joko Widodo menyebut pembangunan terowongan itu merupakan simbol silaturahmi bagi masing-masing rumah ibadah.
"Ini menjadi sebuah terowongan silaturahmi. Tidak kelihatan berseberangan tapi silaturahmi. Sehingga tidak nyebrang, sekarang pakai terowongan bawah, terowongan silaturahmi," kata Jokowi Februari 2020 lalu.
Diketahui, Istiqlal selalu membantu umat Katolik yang hendak beribadah di Gereja Katedral terkait fasilitas parkir. Terlebih setiap perayaan hari besar umat Katolik seperti Paskah dan Natal menjelang. Hal itu sudah berlangsung selama puluhan tahun lalu.
Wakil Ketua bidang Penyelenggara Peribadatan Masjid Istiqlal, Abu Hurairah mengakui selama ini banyak jemaah Katedral yang memarkirkan kendaraan di Masjid Istiqlal saat ibadah. Sebab, fasilitas parkiran di Gereja Katedral terbatas.
Karena itu, Abu menekankan bahwa 'Terowongan Silaturahmi' ini tak hanya berfungsi sebagai simbol kerukunan antar umat Islam dan Nasrani semata. Namun, terowongan ini juga dibangun sebagai fasilitas untuk memudahkan jemaah.
 Foto: (CNN Indonesia/ Adi Maulana) Jamaah melaksanakan Salat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat, Jumat (20/8/2021). Masjid Istiqlal kembali dibuka untuk beribadah bagi umat Islam pada Jumat (20/8) hari ini. Hanya 25 persen kapasitas masjid yang boleh terisi untuk ibadah kali ini, sesuai dengan peraturan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. (CNN Indonesia/ Adi Maulana) |
Sehingga, umat Kristiani yang hendak beribadah di Katedral tak perlu lagi menyeberang jalan. Namun, Abu belum bisa memastikan kapan 'Terowongan Silaturahmi' ini diresmikan oleh pemerintah untuk digunakan secara umum.
"Ini merupakan fasilitas jamaah yang merangkap jadi simbol juga, tujuan utamanya fasilitas buat dua rumah ibadah itu," kata Abu kepada CNNIndonesia.com, Senin (22/3).
Bung Karno sudah tepat mengatakan pada pidatonya di awal pencanangan Masjid Istiqlal. Sudah sepantasnya masyarakat Indonesia kagum dengan Masjid Istiqlal. Sebab, Masjid ini menjadi simbol beragama yang seharusnya saling toleransi dan hidup berdampingan satu sama lain dengan damai.