Payung Madinah & Tiang Colosseum di Masjid Agung Jawa Tengah

CNN Indonesia | Sabtu, 08/05/2021 17:29 WIB
Masjid Agung Jawa Tengah juga memiliki wisma penginapan dengan 23 kamar serta restoran dan menara pandang dari ketinggian. Pemandangan Masjid Agung Jawa Tengah di Semarang, Provinsi Jawa Tengah. (iStockphoto/Fariz Reza Habib)
Jakarta, CNN Indonesia --

Masjid Agung Jawa Tengah yang berada di Semarang, Provinsi Jawa Tengah, dikenal memiliki keunikan berupa payung-payung besar yang mirip Masjid Nabawi di Madinah dan tiang-tiang bak pilar Colosseum di Roma.

Masjid Agung Semarang mulai dibangun pada tahun 2001 dan selesai lalu dibuka untuk umum pada tahun 2006.

Berdiri di atas lahan seluas sepuluh hektare, arsitek pembangunan masjid megah ini dipilih berdasarkan sayembara.


Pada 28 November 2001 diadakan Sayembara Desain Arsitektur Masjid Agung Jawa Tengah. Yang menjadi pemenang adalah PT Atelier Enam Bandung dipimpin Ir. H. Ahmad Fanani.

Presiden SBY meresmikan Masjid Agung Jawa Tengah dengan menandatangi batu prasasti setinggi 3,2 meter dengan berat 7,8 ton.

Batu itu merupakan batu alam yang khusus diambil dari lereng Gunung Merapi, Kabupaten Magelang. Prasastinya dipahat Nyoman M. Alim, yang juga dipercaya membuat miniatur candi Borobudur yang ditempatkan di Minimundus Vienna Austria pada tahun 2001.

Bangunan utama masjid terdiri dua lantai. Lantai satu untuk jamaah pria, lantai dua untuk jamaah perempuan. Kapasitas ruang utama diperkirakan bisa menampung 6.000 orang jamaah.

Terdapat Al Quran dan beduk raksasa di sini.

Di dalam bangunan induk dilengkapi dengan empat buah menara, masing-masing tingginya 62 meter. Salah satu menara dilengkapi dengan lift, yaitu menara bagian Depan (Timur) Kanan.

Gaya arsitektur masjid merupakan perpaduan antara Jawa, Timur Tengah dan Roma. Gaya Jawa terlihat dari bentuk tajugan di atap di bawah kubah utama.

Gaya Timur Tengah terlihat dari kubah utama berbentuk setengah lingkaran dari cor beton dengan garis tengah 20 meter dan empat minaretnya.

Sedang gaya Roma terlihat pada 25 tiang yang dibangun melingkar bak pilar-pilar Colosseum dipadu dengan kaligrafi Arab yang sangat indah.

Tiang yang berada di Plaza Masjid ini berjumlah 25 buah merupakan simbolisasi dari 25 rasul Allah sebagai pembimbing umat.

Plaza Masjid memiliki luas 7.500 meter persegi dan dapat menampung kurang lebih 10 ribu jamaah. Dilengkapi dengan enam payung raksasa yang bisa membuka dan menutup secara otomatis, seperti yang ada di Masjid Nabawi di Madinah.

Konon di dunia hanya ada dua masjid yang dilengkapi dengan payung elektrik semacam ini. Tinggi tiang payung elektrik masing-masing 20 meter sedangkan bentangan (jari-jari) masing-masing 14 meter.

Masjid Agung Jawa Tengah juga dilengkapi dengan Wisma Penginapan Graha Agung dengan kapasitas 23 kamar berbagai kelas.

Para peziarah atau pengunjung yang ingin bermalam bisa memanfaatkan fasilitas tersebut dengan harga yang sangat murah.

Daya tarik lainnya yaitu Menara Al Husna. Tingginya 99 meter, disamakan dengan jumlah angka Asmaul Husna.

Bagian dasar menara terdapat Studio Radio DAIS (Dakwah Islam). Lantai 2 dan 3 untuk Museum Kebudayaan Islam. Di lantai 18 terdapat kafe Muslim yang bisa berputar 360 derajat. Sambil menikmati hidangan dan lagu-lagu Islami, di kafe ini bisa menikmati indahnya kota Semarang.

Lantai 19 untuk menara pandang. Dilengkapi dengan lima teropong yang bisa melihat pemandangan Kota Semarang. Pada awal Ramadhan 1427 H, untuk kali pertama dipakai Rukyatul Hilal dari Tim Rukyah Jawa Tengah menggunakan teropong canggih dari Observatorium Bosscha di Lembang, Jawa Barat.

(ard/ard)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK