3 Hari Diretas, WhatsApp dan Instagram Bivitri Belum Pulih

CNN Indonesia
Jumat, 22 Apr 2022 11:42 WIB
Pengajar STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengatakan sudah tiga hari dirinya belum bisa mengakses akun WhatsApp dan Instagram yang diretas. Pengajar STH Indonesia Jentera, Bivitri Susanti mengatakan sudah tiga hari dirinya belum bisa mengakses akun WhatsApp dan Instagram yang diretas. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Akun WhatsApp dan Instagram pengajar dari Sekolah Tinggi Hukum (STH) Indonesia Jentera, Bivitri Susanti belum juga pulih dari peretasan.

Bivitri mengatakan sudah tiga hari dirinya belum bisa mengakses kedua akun tersebut terhitung sejak Rabu 20 April lalu.

"Sama sekali belum pulih," kata Bivitri kepada CNNIndonesia.com, Jumat (22/4).

Bivitri mengaku baru mengetahui Whatsapp dan Instagram diretas pada Rabu malam setelah melakukan rekaman untuk podcast melalui aplikasi zoom. Setelah melakukan rekaman, ia tak bisa mengakses Whastapp-nya.

Saat itu, Bivitri sempat mencoba permintaan verifikasi ulang melalui SMS untuk bisa mengakses WA-nya. Namun, tak ada kode verifikasi yang masuk ke WA-nya. Dari situ, ia pun semakin curiga bahwa akunnya diretas.

"Mungkin sekitar 2 jam lah saya abis nge-zoom. Pas saya cek WA lagi udah enggak bisa. ya itulah saya mulai menyadari. Curiga banget," ujarnya.

Lihat Juga :

Setelah curiga WA-nya diretas, Bivitri langsung mengecek Instagram. Sama seperti WA, Instagram juga tak bisa diakses.

Tak lama setelah itu, ia mendapat informasi dari teman-temannya ada dua unggahan di akun instagram miliknya. Salah satunya terkait demonstrasi yang digelar pada Kamis (21/4) kemarin.

"Temen temen di IG juga pada ngasih tau ini kok lu posting apa. 'capture dong capture'. Nah jadi langsung tau," ujarnya.

Setelah tahu akun Instagram juga diretas, teman-teman Bivitri langsung membantu me-report akun tersebut. Tak lama setelah itu, akunnya menghilang.

"Temen temen juga report bantu. Jadi dia sempet dua kali post gitu. Setelah itu hilang semua postingan tapi dia nulis nomor telpon saya yang open BO itu," katanya.

Bivitri sampai saat ini masih berupaya mengambil alih kedua akun miliknya dari peretas. Saat mengetahui akunnya direstas, ia langsung menghubungi perusahaan yang menaungi Instagram, Meta.

Bivitri juga sudah memberikan nomor dan alamat email yang baru agar akun Instagram itu bisa kembali.

Sementara itu, ia sama sekali belum bisa mengakses WhatsApp-nya. Bivitri sempat mencoba permintaan verifikasi ulang melalui SMS untuk bisa mengakses. Namun, tak ada kode verifikasi yang masuk.

"Kalau WA belum pulih. Karena WA begitu. Sebenarnya problemnya kan ada recovery link ke SMS. Tapi kayaknya SMS-nya diblok kemarin sama operator. WA lagi diproses," ujarnya.



Sebelumnya, berdasarkan tangkapan layar Instagram Bivitri Susanti, ada beberapa unggahan yang ganjil. Tidak identik dengan Bivitri yang selama ini kritis terhadap pemerintah.

Salah satunya unggahan berupa pernyataan ihwal demo mahasiswa yang disebut percuma. "Mahasiswa ini mau ngapain, mau maunya ditipu sama PKS dan Demokrat untuk demo di bulan puasa," mengutip unggahan akun Instagram @bivitrisusanti yang kini sudah lenyap.

(yla/fra)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER