Warga Blokade TPST Piyungan, DIY Terancam Darurat Sampah

CNN Indonesia
Selasa, 10 Mei 2022 17:50 WIB
Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengatakan ada sekitar 1.600 ton sampah yang belum bisa diangkut akibat TPST Piyungan tutup. Sejumlah warga memblokade Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta. Blokade berlangsung sejak Sabtu (7/5). (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Yogyakarta, CNN Indonesia --

Sejumlah warga memblokade Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Piyungan, Bantul, DI Yogyakarta. Blokade berlangsung sejak Sabtu (7/5).

"Untuk akses sampah masih kita tutup. (Menuntut) tutup permanen TPST Piyungan," kata Koordinator aksi unjuk rasa Herwin Arfianto saat dihubungi, Senin (9/5).

Warga menuntut Pemerintah Provinsi DIY menutup permanen TPST Piyungan yang menampung sampah dari Yogyakarta, Sleman, dan Bantul.

Menurut Herwin, warga di sekitar TPST Piyungan mengeluhkan bau sampah yang menyengat. Sampah juga mencemari sumber air warga.

"Sumur-sumur warga terdekat aliran limbah sudah tidak layak dikonsumsi," ucapnya.

Herwin melanjutkan, ada pula transisi pembuangan sampah ke lahan baru seluas 2,1 hekatre di sebelah utara TPST Piyungan. Ia mengatakan transisi ke lahan baru ini makin mendekatkan sampah ke area pemukiman warga.

"Kita tidak disosialisasikan terlebih dahulu," ujar Herwin.

Selain itu, dia menuturkan, berdasarkan surat edaran dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY, semestinya TPST Piyungan ditutup pada Maret 2022. Perizinan pun hanya terkait pengolahan, bukan pembuangan sampah.

"Itu kan perizinan pengolahan, tapi dipakai untuk pembuangan. Itu yang kita tidak setuju," katanya.

Ia pun berharap warga bisa berdialog langsung dengan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Akibat warga memblokade TPST Piyungan, sampah tampak menggunung di sejumlah depo atau tempat penampungan sementara di Kota Yogyakarta, Selasa (10/5).

Di depo barat Stadion Mandala Krida, terlihat lima unit truk jungkit (dump truck) dengan tumpukan sampah di atasnya. Belasan gerobak mengantre dengan kondisi penuh sampah plastik, sisa makanan, dan dedaunan.

Pemandangan serupa tampak di tempat pembuangan sampah yang berlokasi di Jalan Urip Sumoharjo, Klitren, Gondokusuman, Kota Yogyakarta. Begitu pula di tempat pembuangan awal utara Pasar Lempuyangan atau Jalan Hayam Wuruk. Sampah meluber hingga memakan badan jalan.

Beberapa TPS bahkan dipasangi spanduk yang berisi pemberitahuan bahwa penampungan sementara ditutup. Namun, sejumlah warga tetap membuang sampah di lokasi.

Kepala DLH Kota Yogyakarta Sugeng Darmanto mengonfirmasi hal tersebut. Ia mengatakan ada sekitar 16 depo dan 70 TPS yang saat ini penuh sampah akibat blokade TPST Piyungan.

"Sebenarnya kalau kita berbicara mengenai darurat sampah, kota-kota seperti Yogyakarta sebenarnya sudah memasuki tahap itu," kata Sugeng saat dihubungi, Selasa.

Dia memperkirakan ada sekitar 1.600 ton sampah yang belum bisa dibuang akibat TPST Piyungan tutup. Menurut Sugeng, jika TPST Piyungan beroperasi kembali, dibutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk menormalisasi depo dan TPS di Kota Yogyakarta.

(kum/tsa)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER