Barisan Generasi Muda Pertahankan Tradisi Luhur di Wihara Toasebio

CNN Indonesia
Senin, 16 Mei 2022 17:37 WIB
Wihara Toasebio mengedepankan regenerasi untuk mempertahankan tradisi perayaan Waisak. Perayaan Waisak di Vihara Toasebio pada Senin (16/5). (CNN Indonesia/ Farras Fauzi)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sekelompok pemuda tampak sibuk dalam menyiapkan proses ibadah pada perayaan Hari Raya Waisak 2022/2566 BE, Senin (16/5) di Wihara Toasebio, Jakarta Barat.

Adit adalah sosok yang memimpin geliat para pemuda tersebut dalam menjaga seluruh proses persiapan hingga prosesi perayaan agar tetap berjalan lancar.

Sebagai ketua panitia penyelenggara Perayaan Waisak di tahun ini, Adit dipercaya untuk memelihara jalannya alur kegiatan serta laju logistik di vihara tersebut.


Berdasarkan pantauan dari CNNIndonesia.com, setidaknya belasan pemuda bergantian datang sedari pagi untuk mengikuti arahan dari Adit.

Sembari memimpin pekerjaan kawan-kawannya, Adit tetap bersemangat dalam menjelaskan intisari perayaan Waisak kepada kami.

"Yayasan kami memang sangat mengedepankan regenerasi, supaya nilai luhur kami dapat terpelihara dan dapat diteruskan hingga masa depan," jelas Adit saat ditemui di tengah persiapan khotbah Waisak di vihara Toasebio, Senin (16/5).

"Bagaimanapun agama tidak bisa terlepas dari tradisi, oleh karena itu kami begitu aktif untuk menyiapkan rangkaian acara hari raya di vihara kami terlepas dari ibadah rutin," tambahnya.

Di hari pertama Waisak, Senin (16/5), Adit dan kawan-kawan nampak aktif menyiapkan tempat khotbah umum yang akan digelar pada siang hari.

Mereka bekerjasama untuk membersihkan dan menyiapkan altar tempat khotbah akan diselenggarakan di dua lantai Vihara Toasebio.

Pada ruang serba guna tersebut, ratusan alas duduk sudah disiapkan dengan rapi yang akan digunakan sebagai tempat bersimpuh para jemaat.

Meski saat kedatangan CNNIndonesia.com, ruangan tersebut masih nampak lengang dan hanya dipenuhi oleh hilir mudik para panitia yang dipimpin oleh Adit.

Bagi Adit, antusiasme para jemaat untuk mengikuti Perayaan Waisak di tahun ini cukup mengalami kenaikan signifikan setelah pandemi yang menerpa pada dua tahun terakhir.

Tak jarang, mereka juga sesekali berunding dengan para senior yang juga tengah sibuk menyiapkan berbagai makanan ringan untuk konsumsi.

"Meski Vihara Toasebio mengedepankan regenerasi, bukan berarti bahwa para senior kami tidak ikut andil dalam persiapan perayaan," jelas Adit.

"Dan bukan berarti para senior sudah tidak aktif lagi untuk beribadah," ujarnya seraya tertawa.

Pada puncak rangkaian Hari Raya Waisak 2022/2566 BE, Vihara Toasebio akan rencanakan perayaan akbar pada 29 Mei nanti.

"Di Waisak biasanya kami ada dua acara. Untuk hari ini di hari pertama, kami lebih fokus untuk beribadah yang diisi dengan khotbah dan dilanjutkan dengan meditasi. Nah untuk tahun ini, kami akan merayakannya lagi di 29 Mei," tambah Adit.

Dengan antusias Adit mengatakan bahwa Perayaan Waisak 2566 BE berfokus kepada proses kontemplasi dan perenungan umat manusia yang mendasari kepercayaan bagi para pemeluk ajaran Buddha.

Namun baginya, Hari Raya Waisak yang juga terdiri dari berbagai periode juga menjadi simbol untuk merayakan rangkaian proses sebagai umat manusia.

"Perayaan pada 29 Mei nanti akan menjadi perayaan kami untuk seluruh rangkaian Waisak. Selama dua tahun terakhir, Vihara Toasebio belum pernah lagi merayakan puncak Waisak secara masif seperti yang kami rencanakan nanti," jelas Adit.

"Sebelum pandemi, kami biasanya bikin perayaan besar dengan pentas kesenian seperti barongsai dan nyanyi juga akan ada biksu dari Sangha Theravada untuk memberikan nilai Waisak yang kami rayakan setiap tahunnya, biar kami mengerti," tambahnya.

"Tapi karena pandemi dan mengikuti anjuran pemerintah, perayaan nanti mungkin tidak akan sebesar pada tahun-tahun sebelumnya," cetus Adit.

Vihara Toasebio merupakan salah satu bangunan kelenteng tertua di Jakarta yang telah berdiri sejak era 1750-an.

Secara rutin, Vihara Toasebio menjadi wadah bagi para umat Buddha di Indonesia untuk melakukan proses peribadatan, baik rutin maupun di hari raya tertentu.

Vihara Toasebio juga ramai dipadati oleh jemaat Konghucu dan pengunjung yang mayoritasnya berasal dari komunitas Tionghoa untuk meramaikan Tahun Baru Imlek pada tiap tahunnya.

(far/isn)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER