RI Ajak G20 Kuatkan Komitmen Pulihkan Learning Loss Dunia Pendidikan

FMB9 | CNN Indonesia
Kamis, 23 Jun 2022 15:43 WIB
Permasalahan learning loss akibat pandemi Covid-19 yang menjadi ancaman dunia pendidikan tidak bisa diatasi sendiri-sendiri oleh negara anggota G20. Ilustrasi dunia pendidikan. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A).
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Kelompok Kerja Pendidikan G20, Iwan Syahril menilai learning loss yang menjadi ancaman dunia pendidikan dunia akibat pandemi Covid-19 dapat ditangani dengan sejumlah upaya bersama.

"Kita menangkap bahwa ketika pandemi ini pendidikan kita sudah keluar dari track-nya. Banyak persoalan kompleks," ujar Iwan dalam diskusi di FMB9, disiarkan melalui akun Youtube FMB9, Kamis (23/6).

Iwan Syahril mengatakan yang dibutuhkan dunia saat ini adalah pemaknaan bahwa pendidikan berkualitas untuk semua dapat dicapai dengan menguatkan komitmen bersama di antara semua negara. Learning loss bukan cuma persoalan domestik sebuah negara, tapi juga berdampak terhadap negara-negara lain dalam konteks global.


Iwan mengatakan, learning loss yang terjadi terhadap negara-negara biasanya didominasi oleh kelompok rentan baik dari sisi ekonomi maupun sosial. Dalam konteks itu kelompok tersebut perlu mendapatkan proteksi dalam pemenuhan pemulihan pendidikan.

"Dari sini Indonesia mengajak negara-negara G20 untuk menguatkan komitmen untuk melindungi kelompok yang paling rentan secara global. Kelompok rentan ini tidak bisa dimaknai secara domestik, tetapi juga negara-negara yang sudah lebih maju masih perlu untuk terus diperkuat," ujar Iwan.

Selain komitmen negara untuk memberikan proteksi terhadap kelompok rentan, upaya kedua yang dilakukan G20 dalam urusan pendidikan adalah pengembangan teknologi digital.

Pengembangan dan pemanfaatan teknologi digital seperti yang dikampanyekan Presiden Jokowi, kata Iwan, diarahkan kepada Mendikbudristek Nadiem Makarim sebagai sebuah solusi dalam pemecahan masalah.

"Teknologi digital dapat memacu kualitas kita yang mungkin masih tertinggal. Kita bisa melakukan sebuah lompatan," ujar Iwan menegaskan.

Upaya lain yang dilakukan Indonesia dalam Presidensi G20 di dunia pendidikan adalah kerangka kerja yang melibatkan unsur gotong royong di dalamnya. Mengatasi persoalan pendidikan yang loss karena pandemi Covid-19, kata Iwan, tidak bisa dilakukan oleh sebuah negara secara sendiri-sendiri.

"Kuncinya adalah gotong royong. Indonesia membawa kearifan budaya kita, dan ini didukung dengan luar biasa. Pada saat ini negara-negara di G20 memasukkan gotong royong sebagai bagian dari deklarasi," ujar Iwan.

Seperti diketahui, learning loss merupakan hal yang paling dikhawatirkan pemerintah dalam dunia pendidikan yang terimbas pandemi Covid-19. Learning loss adalah istilah yang digunakan untuk menyebut hilangnya pengetahuan dan keterampilan, baik itu secara umum atau spesifik, atau terjadinya kemunduran proses akademik karena faktor tertentu.

Dalam berbagai kesempatan, Mendikbudristek Nadiem Makarim mengakui bahwa pembelajaran jarak jauh atau belajar online bakal menghasilkan anak-anak yang learning loss.

(osc/osc)
TOPIK TERKAIT
ARTIKEL TERKAIT
BACA JUGA
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA
TERPOPULER