Eks Karyawan Tolak Tawaran Yusuf Mansur Soal Tunggakan Gaji

CNN Indonesia
Sabtu, 02 Jul 2022 20:35 WIB
Ustadz Yusuf Mansur dan 14 mantan karyawan PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) gagal sepakat soal tunggakan gaji. Ustadz Yusuf Mansur gagal sepakat dengan para mantan karyawan Paytren soal pembayaran tunggakan gaji. Foto: CNN Indonesia/Farid
Jakarta, CNN Indonesia --

Ustaz Yusuf Mansur dan 14 mantan karyawan PT Veritra Sentosa Internasional (Paytren) gagal menemui kesepakatan damai terkait dengan pembayaran tunggakan gaji sebesar Rp451 juta.

Belasan mantan karyawan menolak pembayaran dengan cara dicicil.

"Kemarin kami sudah melayangkan surat jawaban dari pihak perusahaan. Intinya, kami menolak usulan perusahaan yang mau membayar tunggakan dengan cara dicicil," ujar kuasa hukum 14 mantan karyawan Paytren Zaini Mustofa dikutip dari detikJabar, Sabtu (2/7).

Yusuf Mansur disebut ingin membayar tunggakan gaji belasan mantan karyawan Paytren dengan cara dicicil selama enam bulan. Pembayaran pun baru akan dimulai per Maret 2023. Keinginan tersebut tak disambut baik oleh pihak mantan karyawan.

Mereka menginginkan agar pembayaran secara tunai dan paling lambat diselesaikan pada 15 Juli 2022.

"Klien kami menolak tegas usulan ini dan menginginkan hak mereka dibayar secara tunai," ucap Zaini.

Atas kondisi ini, Zaini berencana membawa kembali gugatan ke Disnaker Kota Bandung. Ia menginginkan sidang tripartit digelar karena perundingan bipatrit gagal dilaksanakan berdasarkan UU 2/2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial (PPHI).

"Kalau perusahaan tidak menyanggupi, berarti deadlock. Kita kembalikan lagi ke Disnaker untuk tripartit," pungkasnya.

CNNIndonesia.com telah menghubungi Yusuf Mansur melalui pesan tertulis dan sambungan telepon, tetapi belum diperoleh balasan.

Diketahui, Yusuf Mansur mengaku tengah kesulitan mencari dana senilai Rp1 triliun untuk Paytren. Pengakuan itu dikemas dalam sebuah video yang kemudian viral di media sosial.

Dalam video tersebut, Yusuf Mansur mengaku sudah melakukan berbagai cara untuk mengumpulkan dana tersebut. Rencananya, dana akan digunakan untuk membenahi bisnis aset manajemennya yang kini tengah digugat sejumlah pihak.

[Gambas:Video CNN]

(ryn/lth)
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER