DKI Batasi Tebet Eco Park, Pengunjung Wajib Daftar Online

Tim | CNN Indonesia
Senin, 04 Jul 2022 21:46 WIB
Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI membatasi pengunjung sampai 8.000 orang pada hari biasa. Sementara, saat akhir pekan kapasitas dibatasi 10 hingga 16 ribu. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membatasi jumlah pengunjung di Tebet Eco Park untuk mengantisipasi membludaknya warga yang datang ke ruang terbuka hijau tersebut. (CNN Indonesia/ Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membatasi jumlah pengunjung di Tebet Eco Park untuk mengantisipasi membludaknya warga yang datang ke ruang terbuka hijau tersebut.

Kepala Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Suzi Marsitawati mengatakan pihaknya membatasi pengunjung sampai 8.000 orang. Sementara, di akhir pekan kapasitas dibatasi 10 hingga 16 ribu.

"Kalau weekday kita 8.000 per hari, kalau weekend 10.000-16.000 supaya orang yang ada di dalamnya merasa nyaman," kata Suzi di Balai Kota Jakarta, Senin (4/7).

Suzi mengatakan pengunjung juga wajib mendaftar terlebih dahulu lewat aplikasi JAKI. Nantinya, pengunjung harus memindai barcode sebelum masuk Tebet Eco Park.

Menurut Suzi, ketika jumlah pendaftar sudah memenuhi kapasitas, maka masyarakat tak bisa lagi mendaftar. Ia menyebut pihaknya juga akan memperketat aturan di dalam Tebet Eco Park. 

Suzi menjelaskan bagi pelanggan yang melanggar ketentuan atau merusak sarana Tebet Eco Park akan diberikan kartu merah. Pelanggan yang mendapat kartu merah dilarang datang ke Tebet Eco Park selama tiga bulan.

"Apabila merusak kita akan kita kasih kartu merah dan selanjutnya kita akan kasih surat teguran, itu surat pelanggaran itu kepada yang bersangkutan melalui e-mail," ujarnya.

Suzi mengatakan pihaknya juga telah menyiapkan kantong-kantong khusus bagi para pedagang kaki lima (PKL) yang ingin berjualan. Selain itu, pihaknya juga menyiapkan kantong parkir untuk mengurai kepadatan kendaraan di sekitar lokasi.

"Parkiran juga sudah ada kantong-kantong. Dan kita berlakukan low emission zone (LEZ), kecuali nanti ada warga (sekitar) itu, ada semacam stiker misalnya. Itu kita dalam persiapan," jelasnya.

Suzi belum bisa memastikan kapan Tebet Eco Park kembali dibuka untuk umum. Menurutnya, saat ini pihaknya masih merapikan sejumlah sarana di lokasi.

Sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta menutup Tebet Eco Park. Penutupan tersebut dalam rangka pemeliharaan taman dan perbaikan fasilitas setelah buka beberapa bulan.

(fra/fra)
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER