Baznas DKI: Infak Salat Id untuk Bangun Masjid di Pasar Gembrong

CNN Indonesia
Minggu, 03 Jul 2022 15:00 WIB
Baznas Bazis DKI Jakarta menjelaskan bahwa uang infak dan sedekah Salat Id di JIS bukan untuk membangun rumah warga terdampak kebakaran Pasar Gembrong. Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI Saat Suharto Amjad menjelaskan uang infak dan sedekah Salat Idulfitri 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS) diakadkan khusus untuk membangun masjid dan musala di kawasan Kampung Gembira Pasar Gembrong. Ilustrasi (CNN Indonesia/Adi Maulana Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Ketua II Baznas Bazis DKI Saat Suharto Amjad menjelaskan uang infak dan sedekah Salat Idulfitri 1443 H di Jakarta International Stadium (JIS) diakadkan khusus untuk membangun masjid dan musala di kawasan Kampung Gembira Pasar Gembrong.

Hal itu Suharto sampaikan merespons informasi uang infak dan sedekah saat salat Idulfitri di JIS untuk membangun rumah-rumah di lingkungan terdampak kebakaran Pasar Gembrong.

"Kalau yang infak Salat Ied di JIS itu khusus untuk pembangunan masjid dan musala. Musala satu dan satu lagi rencananya kita jadikan masjid," kata Suharto kepada CNNIndonesia.com, Minggu (3/7).

Suharto menjelaskan Pemprov DKI memang menggandeng Baznas Bazis DKI untuk membangun Kampung Gembira Pasar Gembrong.

Ia mengatakan ada dua pos anggaran yang dikelola Baznas DKI dan Pemprov DKI untuk revitalisasi Kampung Gembira Pasar Gembrong. Pertama, yakni uang hasil infak dan sedekah jemaah saat Salat Id di JIS berjumlah sekitar Rp214 juta.

Uang infak ini diterima Baznas DKI dan sudah diakadkan khusus untuk membangun masjid dan musala di kawasan Kampung Gembira Pasar Gembrong.

"Namanya infak muqayyad. Infaq terikat peruntukannya untuk yang diakadkan. Itu buat bangun masjidnya. Dari sebagian untuk Kampung Gebyar Gembrong itu. JIS itu kan kumpulan dari kolaborator yang ada," ujarnya.

Sementara pos anggaran kedua, kata Suharto, sekitar Rp7 miliar berasal dari uang infak dan sedekah yang dikelola Baznas DKI untuk membantu membangun rumah-rumah di lingkungan terdampak kebakaran Pasar Gembrong.

Menurutnya, pembangunan rumah terdampak bencana boleh menggunakan hasil infak dan sedekah yang terhimpun di Baznas DKI.

"Baznas DKI Rp7 Miliar lebih. Ini untuk rumah ada. Tapi bukan berasal dari perkumpulan pada waktu salat Id di JIS. Ini seperti kalau gempa di Palu, kita bangun rumah di sana. Itu kan pakai infak sedekah boleh," katanya.

"Jadi dana 200 jutaan [Salat Id] di JIS untuk bangun masjid. Sementara yang Rp7 M itu untuk bangun rumah-rumah," tambahnya.

Sebagai informasi, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan membangun 136 unit rumah di Kampung Gembrong, Jatinegara, Jakarta Timur, yang terdampak kebakaran pada April lalu. Menurut Anies, pembangunan itu menelan biaya Rp7,8 milar.

Ia mengatakan dalam revitalisasi permukiman warga ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bekerja sama dengan Baznas Bazis DKI.

"Hari ini kita melakukan peletakan batu pertama untuk pembangunan ulang. Kampung Gembrong ini rencananya dinamai 'Kampung Gembira Gembrong'. Ada 136 unit yang nanti akan dibangun di atas lahan 1.200 meter persegi yang menelan biaya Rp7,8 miliar," ujar Anies dalam keterangan tertulis, Jumat (1/7).

Anggaran senilai Rp7,8 miliar itu merupakan hasil kolektif yang dikumpulkan Baznas Bazis DKI. Salah satunya saat pengumpulan infak dan sedekah saat salat Idulfitri di JIS.

"Kepada Pak Anwar (Wali Kota Jakarta Timur) dan jajaran Pemkot Jakarta Timur, terima kasih telah mencari cara supaya secara ketentuan, ini semua bisa terlaksana dengan baik," kata Anies.

(rzr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER