Wamendagri: Provinsi Induk Mungkinkan Beri Hibah Wilayah Baru Papua

CNN Indonesia
Rabu, 06 Jul 2022 04:40 WIB
Pemerintah pusat berharap hibah dari provinsi perlu dilakukan agar proses pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan lancar. Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Dalam Negeri John Wempi Wetipo menyebut tiga provinsi baru di wilayah Papua berpotensi mendapatkan dana hibah dari provinsi induk.

"Pemerintah pusat membiayai proses ini, tetapi juga di situ tidak menutup kemungkinan kita juga mendapatkan hibah dari provinsi induk atau para kabupaten yang menerima Daerah Otonomi Baru (DOB)," kata Wempi dalam acara di CNNIndonesia TV, Senin (4/7).

Ia mengatakan saat ini pemerintah memulai pembangunan provinsi baru itu dari nol. Infrastruktur yang menunjang kinerja para petugas pemerintahan dan kantor-kantor pun juga belum tersedia.

Oleh sebab itu, Wempi berharap agar pemerintah Kabupaten Merauke bersedia memberikan akses untuk mendukung keberlangsungan pemerintahan provinsi baru tersebut untuk sementara waktu.

"Katakanlah DOB di Papua Selatan itu kan dengan Merauke jadi tuan rumah. Kita harapkan pemerintah Kabupaten Merauke bisa memberikan akses fasilitas gedung-gedung yang mungkin selama ini belum dimanfaatkan. Itu mungkin dikasih untuk digunakan sementara dalam proses penyelenggaraan pemerintah di provinsi yang baru," kata Wempi.

"Demikian pula di Wamena maupun di Nabire," imbuhnya.

Ia mengatakan, langkah itu perlu dilakukan agar proses pelayanan terhadap masyarakat dapat berjalan lancar. Dukungan dari pemerintah daerah, kata dia, sangat mendukung dalam mewujudkan harapan tersebut.

Diberitakan, rapat Paripurna DPR RI telah mengesahkan tiga rancangan undang-undang (RUU) terkait pembentukan provinsi baru di Papua yang terdiri dari Papua Tengah, Papua Pegunungan, dan Papua Selatan menjadi UU.

Dengan disahkannya tiga UU baru, maka Indonesia kini memiliki 37 provinsi dari semula berjumlah 34.

(lna/ain)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER