Pengamat: Anies dan Ganjar Bisa Tumbang dari Bursa Capres

CNN Indonesia
Kamis, 07 Jul 2022 17:52 WIB
Direktur CPA-LSI Denny JA Ade Mulyana mengatakan kedua tokoh itu kemungkinan hanya menjadi cawapres atau bahkan tidak maju sama sekali. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai berpotensi tumbang dari bursa calon presiden (capres) 2024. (Foto: CNN Indonesia/Tunggul)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dinilai berpotensi tumbang dari bursa calon presiden (capres) 2024.

Direktur CPA-LSI Denny JA, Ade Mulyana, mengatakan kedua tokoh tersebut kemungkinan hanya menjadi calon wakil presiden atau bahkan tidak maju sama sekali.

"Sangat mungkin jika nanti akhirnya Pak Ganjar atau Pak Anies akan tumbang menjadi cawapres atau tidak maju sama sekali," kata Ade kepada CNNIndonesia.com, Kamis (7/7).

Ade berpendapat meski Anies dan Ganjar memiliki elektabilitas tinggi di berbagai survei, tetapi tetap ada kesulitan bagi keduanya untuk maju di Pilpres 2024.

Alasannya yaitu ketentuan ambang batas pencalonan presiden atau presidential threshold sebesar 20 persen.

Hingga saat ini, belum ada parpol yang terlihat akan meminang Anies sebagai capres. Sementara hubungan Ganjar dengan PDIP juga belakangan tampak memanas.

"Karena semoncer apapun tingkat elektabilitas, dengan adanya 'barrier to entry', yaitu syarat diusung minimal 20 persen dari partai atau koalisi partai, maka akan sulit bagi calon tersebut untuk ikut berkontestasi pada pilpres mendatang," ujar Ade.

Ade pun menyoroti dua tokohyaitu Ketua DPP PDIP Puan Maharani dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Menurut dia, keduanya lebih mungkin untuk terus maju sebagai calon presiden meski elektabilitasnya terbilang kecil dalam survei.

"Masih ada waktu kurang lebih satu tahun untuk keduanya meningkatkan elektabilitas. Tapi bila sampai mendekati waktu pilpres elektabilitasnya tidak kunjung meroket, sangat memungkinkan untuk kedua tokoh ini pada akhirnya hanya menjadi cawapres," tuturnya.

Di sisi lain, Ade juga menyoroti posisi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto. Berbeda dengan tokoh-tokoh lain, Prabowo menurutnya tak akan bergeser menjadi cawapres.

Prabowo disebut telah dua kali maju sebagai capres dan memiliki elektabilitas yang masih tetap unggul.

"Jika pada akhirnya nanti Gerindra tidak dapat pasangan koalisi, masih lebih mungkin jika Pak Prabowo legowo hanya menjadi king maker," ucapnya.

Sebelumnya, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA mengungkapkan lima bakal calon presiden yang masuk dalam kategori divisi utama alias paling berpeluang untuk 2024. Lima calon tersebut yaitu Puan Maharani, Airlangga Hartarto, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Anies Baswedan.

Mereka digadang-gadang bakal menjadi capres favorit di pilpres 2024. Meski begitu, tak menutup kemungkinan beberapa di antaranya tumbang menjadi cawapres.

"Pada prosesnya nanti, pasti akan ada yang akan menjadi cawapres di antara 5 orang itu. Hal itu pasti terkait dengan tingkat elektabilitas setiap calon yang akan dilihat nanti pada saat minimal 12 bulan menjelang pilpres. Tentu partai akan mempertimbangkan juga hal itu," ujar Ade.

(blq/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER