14 Ribu Hewan Ternak Sumut Kena PMK, Edy Rahmayadi Minta Tambah Vaksin

CNN Indonesia
Jumat, 08 Jul 2022 20:37 WIB
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi mengatakan 19 kabupaten/kota di Sumut terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Ilustrasi PMK Hewan ternak. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi mengatakan 19 kabupaten/kota di Sumut terjangkit penyakit mulut dan kuku (PMK). Hingga saat ini tercatat sudah 14.000-an ekor ternak yang terpapar PMK dan 17 ekor mati.

"Sumut masuk provinsi keempat terbesar terpapar PMK. Di Sumut, sudah 19 kabupaten/kota yang terpapar, paling parah di Batubara. Totalnya sudah 14 ribu terpapar, ada 8.000 sembuh dan 17 ekor mati, " kata Edy Rahmayadi saat meninjau vaksinasi PMK di Desa Klambir Lima Kebun, Hamparan Perak, Kabupaten Deliserdang, Jumat (8/7)

Menurut Edy, hewan ternak yang tertular kebanyakan masih dalam kategori yang ringan dan sedang. Sedangkan yang terpapar kategori berat minim sekali.

"Kalau binatang itu sudah kena sakit berat dia harus dimatikan, tetapi ada pengganti, nanti dicatat dan sampai saat ini Sumut untuk kategori yang berat minim sekali," jelas Edy.

Pemprov Sumut, tambah Edy, telah menyalurkan 10 ribu vaksin PMK secara serentak ke kabupaten/kota di Sumut. Dengan begitu ternak yang terpapar PMK dapat diantisipasi.

"Total vaksin yang sudah tiba di Sumut sebanyak 11.600 vaksin. Sebanyak 1.600 vaksin tahap pertama sudah lebih dulu disalurkan ke daerah dan saat ini disalurkan 10.000 lagi secara serentak ke daerah kabupaten/kota," jelasnya.

Edy memaparkan kebutuhan vaksin ternak di Sumut berkisar 30.000. Karena itu, ia akan mengajukan kembali penambahan vaksin. Di sisi lain, kebutuhan kurban Sumut mencukupi.

"Saat ini tersedia stok 70 ribu ekor hewan kurban. Sementara kebutuhan hewan kurban di daerah ini sekitar 35 ribu sampai 40 ribu ekor saja," terangnya.

Mengenai pemotongan kurban, Edy juga mengimbau agar pemotongan lebih baik dilakukan di tempat pemotongan hewan. Hal itu dilakukan agar PMK tidak tersebar luas. Para peternak juga diingatkan agar tidak sembarangan membeli obat untuk diberikan ke ternaknya.

"Ada obat-obatan berupa antibiotik walaupun terbatas itu sudah tersebar, kita tidak memperjualbelikan, untuk itu peternak jangan sembarangan beli, kita siapkan, jangan gegabah jangan panik, kita akan turun, sudah kita sebarkan ini," tegas Edy. 

(fnr/DAL)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER