OSO: Menteri Deklarasi Maju Capres Harus Keluar Kabinet

CNN Indonesia
Kamis, 04 Agu 2022 07:24 WIB
Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang mengatakan seorang menteri yang menyatakan maju sebagai bakal capres 2024 harus mundur merupakan tanggung jawab moral. Ketum Partai Hanura Oesman Sapta Odang alias OSO meminta menteri-menteri yang menyatakan diri maju sebagai bakal calon presiden (capres) 2024 harus keluar dari kabinet. (CNN Indonesia/Bisma Septalisma)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Oesman Sapta Odang alias OSO meminta menteri-menteri yang menyatakan diri maju sebagai bakal calon presiden (capres2024 harus keluar dari kabinet.

OSO mengingatkan seorang menteri harus mendahulukan tugas dari Presiden Joko Widodo. Ia menilai seorang menteri yang sudah menyatakan maju tapi tetap bertahan di kabinet tidak sportif.

"Jadi kalau saudara sekarang, umpamanya, sudah menyatakan saya calon (presiden), saudara harus keluar dari kabinet. Segera keluar," kata OSO dalam wawancara program The Politician CNN Indonesia TV, Rabu (3/8) malam.

OSO memahami tak ada aturan yang mengharuskan seorang menteri harus keluar meski dirinya berniat maju dalam pencalonan presiden.

Namun, menurutnya, langkah tersebut merupakan tanggung jawab moral. Terlebih, seorang menteri juga harus mendahulukan tugasnya membantu presiden.

"Walaupun tidak ada larangan. Tapi ini kan tanggung jawab moral. Bahwa kalau anda sudah dikler untuk menjadi capres, padahal belum tercaloni," ujarnya.

OSO mengaku mengenal baik beberapa menteri Jokowi, termasuk para ketua umum partai. Ia juga mengapresiasi keinginan mereka yang berniat maju dalam pencalonan presiden.

Sebagai pendukung Jokowi, OSO mengaku juga akan memberikan dukungan di 2024. Ia juga berharap agar para capres yang maju bisa meneruskan dan menjalankan roda pemerintahan.

Namun, ia mengaku saat ini belum mengambil keputusan terkait hal itu. OSO juga menegaskan bahwa dirinya tetap bisa berbeda dukungan dengan Jokowi di 2024.

"Yang didukung Pak Presiden betul enggak bisa melaksanakan seperti Jokowi. Bisa enggak? Kita kan bisa nilai juga. Bukan Pak Jokowi aja," katanya.

(thr/fra)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER