Rektor IPB Tolak Jadi Dewan Pakar Musra Relawan Jokowi

CNN Indonesia
Jumat, 05 Agu 2022 10:29 WIB
Rektor IPB Arif Satria menolak undangan dari relawan Jokowi untuk menjadi Dewan Pakar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. Rektor IPB Arif Satria menolak undangan dari relawan Jokowi untuk menjadi Dewan Pakar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia. (Foto: CNN Indonesia/Feri Agus Setyawan)
Jakarta, CNN Indonesia --

Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria menolak undangan dari relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadi Dewan Pakar Musyawarah Rakyat (Musra) Indonesia.

Arif berkata hingga saat ini belum ada undangan resmi dari pihak Musra. Namun, ia memastikan tidak akan menerima undangan tersebut.

"Yang pasti rektor harus menjaga independensi dan tidak boleh berpolitik praktis," kata Arif melalui pesan singkat, Jumat (5/8).

Nama Arif sempat tercantum dalam susunan kepengurusan Musra. Ia terdaftar sebagai anggota Dewan Pakar Musra bersama sejumlah akademisi lain.

Belakangan, nama Arif hilang pada susunan kepengurusan Musra yang telah direvisi. Nama Rektor Universitas Indonesia (UI) Arief Kuncoro juga hilang dalam susunan kepengurusan versi terbaru.

Sebelumnya, 17 kelompok relawan Jokowi berencana menggelar Musra di 34 provinsi. Salah satu agenda musyawarah itu adalah menjaring nama calon presiden (capres).

(tsa/tsa)

[Gambas:Video CNN]
TOPIK TERKAIT
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER