Daftar Pernyataan Benny Mamoto, Sempat Respons Pelukan Sambo & Fadil

CNN Indonesia
Kamis, 11 Agu 2022 06:13 WIB
Benny Mamoto mengaku mendapat banyak cibiran dan perundungan atau bully dari warganet usai menyampaikan perkembangan kasus Brigadir J. Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto (detikcom/Hasan Alhabshy)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Irjen Pol (Purn) Benny Mamoto menjadi sorotan publik karena sejumlah pernyataannya soal kasus penembakan terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Benny mengaku mendapat banyak cibiran dan perundungan atau bully dari warganet usai menyampaikan perkembangan kasus Brigadir J.

Ia mengaku hanya menyampaikan kembali pernyataan mantan Kapolres Jakarta Selatan Kombes Budhi Herdi Susianto. 

Berikut sejumlah pernyataan Benny Mamoto dalam kasus kematian Brigadir di rumah Irjen Ferdy Sambo.

Autopsi Ulang Dalam Waktu Dekat

Kompolnas menyebut jenazah Brigadir J akan kembali diautopsi dalam waktu dekat. Hal itu disampaikan Benny usai menghadiri gelar perkara kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Karena tadi dari pihak pengacara minta untuk ada ekshumasi gali kubur dan autopsi ulang maka akan segera dijadwalkan, ekshumasi akan segera dilaksanakan," jelas Benny di Gedung Bareskrim Polri, Rabu (20/7).

Nantinya, kata dia, proses autopsi ulang tersebut bakal melibatkan tim forensik independen, sehingga tidak hanya tim forensik dari RS Polri semata yang melakukan pemeriksaan.

Dugaan Intimidasi Terhadap Keluarga Brigadir J

Benny mengatakan Kompolnas telah menerima laporan dari keluarga Brigadir J soal tindakan anggota kepolisian yang diduga tidak sesuai aturan. Karena itu, Kompolnas mengaku akan mendalami dugaan intimidasi terhadap keluarga Brigadir J tersebut.

"Tentang tindakan yang dilakukan anggota yang dikirim ke Jambi itu juga menjadi perhatian, dan itu juga salah satu yang akan menjadi bahan untuk didalami, diperiksa," kata Benny kepada wartawan, Rabu (20/7).

"Apakah anggota sudah melakukan tugasnya sesuai SOP, kemudian kedua apakah sudah menunjukkan tindakan dan perilaku sebagai anggota Polri yang baik," tambah dia.

Dia mengatakan salah satu intimidasi diduga terjadi saat rombongan anggota kepolisian mendatangi rumah keluarga usai jenazah Brigadir J diserahkan Mabes Polri.

"Itu kami juga dengar dari pihak keluarga ketika datang rombongan, sehingga kesannya di mata keluarga memang menjadi menakutkan," jelasnya.

Usut Keberadaan Ferdy Sambo

Irjen Ferdy Sambo sebelumnya dikatakan tidak berada di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan atau tempat kejadian perkara (TKP) saat insiden yang merenggut nyawa Brigadir J pada Jumat (8/7) lalu.

Kala itu, Sambo disebut tengah berada di luar untuk menjalani tes Covid-19 (PCR). Benny pun mengatakan akan memeriksa alibi tes PCR yang disampaikan Ferdy Sambo kepada tim penyidik.

"Akan dicek alibinya, akan dicek bagaimana, saksi-saksinya siapa dan sebagainya, petugas yang menangani siapa dan sebagainya," ujar Benny kepada wartawan usai mengikuti gelar perkara laporan keluarga Brigadir J di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (20/7) malam.

Pendalaman itu bakal dilakukan melalui pemeriksaan terhadap saksi dan petugas kesehatan yang melakukan tes PCR terhadap Sambo. Kompolnas juga akan mencari tahu lokasi persis Sambo saat penembakan Brigadir J.

"Akan dicari tahu keberadaannya," ucapnya.

Pelukan Sambo dan Fadil

Momen Irjen Ferdy Sambo berpelukan dengan Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran dengan beberapa waktu lalu sempat menyorot perhatian publik. Benny menilai pelukan itu bentuk pertemanan.

"Ya itu kan pertemanan, urusan berdua pertemanan," kata Benny di Bareskrim Polri, Rabu (20/7).

Dia menilai tak ada yang salah dari pelukan kedua jenderal polisi tersebut. Menurutnya, tindakan itu menjadi masalah karena diekspos.

"Bukan (sesuatu yang salah) tapi karena diekspos jadi masalah," ujarnya.

(pop/isn)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER