Demokrat Lebih Intens Komunikasi dengan PKS dan Nasdem untuk Koalisi

CNN Indonesia
Sabtu, 13 Agu 2022 01:30 WIB
Demokrat membantah pernyataan yang menyebut partai pimpinan AHY berpeluang bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono beserta jajaran partai melakukan pendaftaran Partai Politik Calon Peserta Pemilihan Umum Tahun 2024 di Gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia, Jumat (5/8/2022). (CNN Indonesia/Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Koordinator Juru Bicara DPP Partai Demokrat Herzaky Putra Mahendra mengatakan partainya lebih intens berkomunikasi dengan Partai Nasdem dan PKS untuk koalisi menjelang Pemilu dan Pilpres 2024.

Pernyataan Herzaky sekaligus membantah pernyataan salah satu pihak yang menyebut Partai Demokrat justru berpeluang besar bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bareng Golkar, PAN, dan PPP.

"Terkait dengan koalisi, komunikasi lebih intens justru sedang kami lakukan dengan teman-teman Nasdem dan PKS seperti yang disampaikan Ketum AHY beberapa waktu lalu," kata Herzaky dalam keterangannya, Jumat (12/8).

Menurut dia, hingga saat ini tidak ada pembahasan terkait koalisi antara pihaknya dengan partai di luar Nasdem dan PKS.

Namun begitu, ia meyakinkan Demokrat menjalin hubungan baik dengan semua partai. Baik dengan partai di KIB maupun Gerindra dan PKB yang dalam waktu dekat akan mendeklarasikan koalisi.

Namun, Herzaky mengaku hanya serius dengan PKS dan Nasdem. Ia mengklaim masing-masing partai kini telah mengutus perwakilan untuk berbicara soal teknis pertemuan lanjutan.

Namun, dia belum dapat memastikan pertemuan lanjutan antara Demokrat, PKS, dan Nasdem akan digelar.

"Beberapa pertemuan terbatas telah dilakukan oleh perwakilan yang ditunjuk oleh masing-masing partai. Untuk hasilnya, pada waktunya akan kamu sampaikan," katanya.

Lebih lanjut, Herzaky ingin koalisi partainya kelak berumur panjang, tidak hanya untuk Pilpres dan Pemilu 2024. Dia ingin koalisi partainya bisa menyelesaikan berbagai persoalan di tengah masyarakat seperti kenaikan BBM hingga sembako.

"Koalisi yang akan dibentuk pun bukan sekedar koalisi untuk Pilpres 2024, melainkan untuk menyelesaikan permasalahan bangsa pasca Pilpres 2024," kata dia.

Sebagai informasi, Demokrat belum resmi atau mendeklarasikan diri membentuk atau bergabung ke koalisi manapun untuk menghadapi Pilpres 2024. Berbagai kemungkinan santer dikabarkan, seperti membangun koalisi dengan PKS dan NasDem, hingga yang terakhir berkoalisi dengan Golkar.

Ketua DPP PPP Achmad Baidowi mengatakan bahwa Golkar bersama PAN dan PPP sudah solid membentuk KIB. Ia pun mempersilakan Demokrat bergabung.

"Demokrat jangan seperti orang patah harapan, meski itu sah-sah saja, karena Golkar, PAN dan PPP sudah solid di koalisi. Kalau Demokrat ingin bisa ikut berlayar di Pilpres 2024, ya ikut saja dalam KIB," kata pemilik sapaan akrab Awiek itu beberapa waktu lalu.

(thr/pmg)

[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

TERPOPULER