Lewat Relawan, Jokowi Berpeluang Tentukan Peta Capres 2024
CNN Indonesia
Senin, 29 Agu 2022 14:04 WIB
Bagikan:
URL berhasil disalin
Ketua Panitia Nasional Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) Panel Barus menyatakan calon presiden hasil Musra yang digelar di 34 Provinsi mendatang bakal diserahkan ke Presiden Joko Widodo. (CNN Indonesia/ Muhammad Feraldi)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai memperlihatkan kekuatan menjelang Pilpres 2024. Sejumlah pengamat politik menilai relawan Jokowi bisa menentukan arah pilpres meskipun tak punya legitimasi dalam mengusung capres.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jokowi menyempatkan diri menghadiri pertemuan relawan di berbagai daerah. Salah satu pertemuan terbesar adalah Rapat Kerja Nasional Projo di Magelang, Jawa Tengah, Kamis Sabtu (2/5).
Pada kesempatan itu, Jokowi menggaungkan slogan "ojo kesusu". Dia meminta para relawan untuk tak terburu-buru menentukan arah dukungan kepada calon presiden.
Jokowi meminta relawan untuk menyerap aspirasi rakyat. Atas arahan itu, 17 kelompok relawan menggelar Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di 34 provinsi pada 28 Agustus 2022 hingga 11 Maret 2023.
Musra telah dibuka di Bandung, Jawa Barat dan dihadiri oleh sekitar 10 ribu orang. Dalam pertemuan itu, relawan Jokowi menyerap sejumlah usulan capres. Beberapa nama yang muncul adalah Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Andika Perkasa.
Selain pertemuan itu, Jokowi juga menyapa relawan di berbagai kesempatan. Misalnya, saat menemui ribuan orang relawan Sapu Lidi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (21/8).
Jokowi juga menemui relawan Bravo 5 besutan Luhut Binsar Pandjaitan. Jokowi juga mengundang Relawan Plat K ke Istana Kepresidenan Jakarta akhir pekan lalu.
Para relawan kompak menyatakan manut perintah Jokowi soal Pilpres 2024. Mereka menyatakan akan mendukung siapa pun yang didukung Jokowi.
"Namanya relawan ya, pasti satu komando dengan Pak Jokowi. Apa pun yang dipilih Bapak, mendukung atau tidak mendukung, kita akan satu komando dengan Pak Jokowi," ucap perwakilan Relawan Plat K, Haidar di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/8).
Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai relawan Jokowi akan menentukan arah Pilpres 2024. Dia menyebut relawan punya keunggulan dari segi jumlah dan kesetiaan.
Asrinaldi berkata relawan mengumpulkan kekuatan nyata di akar rumput. Mereka pun manut terhadap setiap arahan Jokowi, termasuk dalam memilih capres.
"Sangat signifikan buat saya untuk memenangkan capres kalau calon didukung Pak Jokowi," kata Asrinaldi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/8).
Baca berita selanjutnya di halaman berikut...
Kekuatan relawan, kata Asrinaldi, membuat Jokowi berpotensi menjadi king maker pada Pilpres 2024. Terlebih lagi, Jokowi masih punya kuasa terhadap berbagai sumber daya pemerintahan.
Asrinaldi berpendapat Jokowi akan punya kekuatan untuk mengorbitkan calon pemimpin baru. Dia memprediksi partai politik dan capres akan berebut perhatian Jokowi
"Ujungnya bagaimana Pak Jokowi punya sikap yang diikuti para pendukung beliau dan membawa efek positif terhadap capres," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa menyebut para relawan memang tak punya legitimasi dari undang-undang untuk mengusung capres. Namun, kelompok ini bisa mendesak partai politik-sebagai pihak yang punya kewenangan mengusung capres-dalam mendukung calon tertentu.
"Ketika ada endorse [dari Jokowi ke capres], relawannya ini kemudian kompak mendukung calon yang diendorse Pak Jokowi, menjadi tantangan sendiri ketika parpol mencalonkan kandidat lain," kata Ardha kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/8).
Ardha berkata Jokowi sedang menata posisi menjelang Pilpres 2024. Oleh karena itu, Jokowi rajin menemui relawan untuk mempertontonkan kekuatan politik yang ia punya.
Jokowi dinilai mau tetap berperan meskipun tak memimpin partai politik. Menurut Ardha, hal itu sah-sah saja karena Jokowi butuh penerus untuk menjaga warisannya di pemerintahan.
"Pak Jokowi menempatkan relawan sebagai pressure grup dalam pencalonan pilpres nanti," ujarnya.
"Saya melihat [Jokowi ingin mengatakan], 'Ada sejumlah kekuatan di belakang saya, silakan ditafsirkan besar kecilnya, parpol seyogyanya bisa mempertimbangkan kekuatan ini. Apalagi di sini saya ada di tengah-tengah mereka,'," ucap Ardha.
Sejumlah kelompok relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mulai memperlihatkan kekuatan menjelang Pilpres 2024. Sejumlah pengamat politik menilai relawan Jokowi bisa menentukan arah pilpres meskipun tak punya legitimasi dalam mengusung capres.
Dalam beberapa bulan terakhir, Jokowi menyempatkan diri menghadiri pertemuan relawan di berbagai daerah. Salah satu pertemuan terbesar adalah Rapat Kerja Nasional Projo di Magelang, Jawa Tengah, Kamis Sabtu (2/5).
Pada kesempatan itu, Jokowi menggaungkan slogan "ojo kesusu". Dia meminta para relawan untuk tak terburu-buru menentukan arah dukungan kepada calon presiden.
Jokowi meminta relawan untuk menyerap aspirasi rakyat. Atas arahan itu, 17 kelompok relawan menggelar Musyawarah Rakyat Indonesia (Musra) di 34 provinsi pada 28 Agustus 2022 hingga 11 Maret 2023.
Musra telah dibuka di Bandung, Jawa Barat dan dihadiri oleh sekitar 10 ribu orang. Dalam pertemuan itu, relawan Jokowi menyerap sejumlah usulan capres. Beberapa nama yang muncul adalah Ganjar Pranowo, Ridwan Kamil, dan Andika Perkasa.
Selain pertemuan itu, Jokowi juga menyapa relawan di berbagai kesempatan. Misalnya, saat menemui ribuan orang relawan Sapu Lidi di Stadion Gelora 10 November, Surabaya, Minggu (21/8).
Jokowi juga menemui relawan Bravo 5 besutan Luhut Binsar Pandjaitan. Jokowi juga mengundang Relawan Plat K ke Istana Kepresidenan Jakarta akhir pekan lalu.
Para relawan kompak menyatakan manut perintah Jokowi soal Pilpres 2024. Mereka menyatakan akan mendukung siapa pun yang didukung Jokowi.
"Namanya relawan ya, pasti satu komando dengan Pak Jokowi. Apa pun yang dipilih Bapak, mendukung atau tidak mendukung, kita akan satu komando dengan Pak Jokowi," ucap perwakilan Relawan Plat K, Haidar di Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/8).
Pengamat politik Universitas Andalas Asrinaldi menilai relawan Jokowi akan menentukan arah Pilpres 2024. Dia menyebut relawan punya keunggulan dari segi jumlah dan kesetiaan.
Asrinaldi berkata relawan mengumpulkan kekuatan nyata di akar rumput. Mereka pun manut terhadap setiap arahan Jokowi, termasuk dalam memilih capres.
"Sangat signifikan buat saya untuk memenangkan capres kalau calon didukung Pak Jokowi," kata Asrinaldi saat dihubungi CNNIndonesia.com, Senin (29/8).
Baca berita selanjutnya di halaman berikut...
Jokowi Berpotensi Jadi King Maker
Presiden Jokowi disebut berpotensi menjadi King Maker pada Pilpres 2024. (REUTERS/WILLY KURNIAWAN)
Kekuatan relawan, kata Asrinaldi, membuat Jokowi berpotensi menjadi king maker pada Pilpres 2024. Terlebih lagi, Jokowi masih punya kuasa terhadap berbagai sumber daya pemerintahan.
Asrinaldi berpendapat Jokowi akan punya kekuatan untuk mengorbitkan calon pemimpin baru. Dia memprediksi partai politik dan capres akan berebut perhatian Jokowi
"Ujungnya bagaimana Pak Jokowi punya sikap yang diikuti para pendukung beliau dan membawa efek positif terhadap capres," ujarnya.
Dihubungi terpisah, Peneliti Charta Politika Indonesia Ardha Ranadireksa menyebut para relawan memang tak punya legitimasi dari undang-undang untuk mengusung capres. Namun, kelompok ini bisa mendesak partai politik-sebagai pihak yang punya kewenangan mengusung capres-dalam mendukung calon tertentu.
"Ketika ada endorse [dari Jokowi ke capres], relawannya ini kemudian kompak mendukung calon yang diendorse Pak Jokowi, menjadi tantangan sendiri ketika parpol mencalonkan kandidat lain," kata Ardha kepada CNNIndonesia.com, Senin (29/8).
Ardha berkata Jokowi sedang menata posisi menjelang Pilpres 2024. Oleh karena itu, Jokowi rajin menemui relawan untuk mempertontonkan kekuatan politik yang ia punya.
Jokowi dinilai mau tetap berperan meskipun tak memimpin partai politik. Menurut Ardha, hal itu sah-sah saja karena Jokowi butuh penerus untuk menjaga warisannya di pemerintahan.
"Pak Jokowi menempatkan relawan sebagai pressure grup dalam pencalonan pilpres nanti," ujarnya.
"Saya melihat [Jokowi ingin mengatakan], 'Ada sejumlah kekuatan di belakang saya, silakan ditafsirkan besar kecilnya, parpol seyogyanya bisa mempertimbangkan kekuatan ini. Apalagi di sini saya ada di tengah-tengah mereka,'," ucap Ardha.