Kapolda Klaim Ledakan di Sukoharjo Tak Terkait Teror

CNN Indonesia
Senin, 26 Sep 2022 07:08 WIB
Polda Jawa Tengah memastikan tidak ada unsur teror dalam ledakan yang terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) malam. Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menggelar konferensi pers terkait ledakan di Asrama POlisi Grogol Indah, Solo Baru, Sukoharjo, Jawa Tengah, MInggu (25/9) malam.(CNNIndonesia/Rosyid)
Solo, CNN Indonesia --

Polda Jawa Tengah memastikan tidak ada unsur teror dalam ledakan yang terjadi di Asrama Polisi Grogol Indah, Sukoharjo, Jawa Tengah pada Minggu (25/9) malam.

Kapolda Jateng Irjen Ahmad Luthfi menyatakan dari hasil olah TKP Tim Gegana Brimob dipastikan ledakan yang terjadi sekitar pukul 18.00 WIB itu tidak berkaitan dengan teror, namun diduga kelalaian anggota.

"Paketnya itu bahan petasan, untuk pemeriksaan awal yang menerima mengatakan itu untuk mengusir tikus. Jadi enggak ada itu teror, enggak ada," ujarnya dalam konferensi pers.

Lutfhi menjelaskan pihaknya menemukan bubuk hitam yang diduga bahan petasan sebanyak dua kantong plastik ukuran satu ons di TKP ledakan. Selain itu Tim Gegana juga mendapati sumbu petasan dan sisa residu.

Adapun paket berisi bahan peledak itu diketahui dipesan dari sebuah CV di Indramayu, Jawa Barat, untuk mengusir tikus di Klaten, Jawa Tengah, pada April 2021 lalu.

Ia menuturkan paket itu kemudian terkena razia oleh anggota kepolisian. Menurut Lutfhi, satu dari pelaksana operasi razia itu merupakan Bripka Dirgantara Pradipta yang menjadi korban ledakan di Asrama Polisi Sukoharjo.

"Anggota yang mengamankan operasi, yang sekarang menjadi korban, belum kita lakukan pemeriksaan," tuturnya.

Luthfi mengatakan sejatinya paket tersebut dikirimkan oleh seorang warga berinisial S dengan nama penerima berinisial A. Saat ini, keduanya telah diamankan di kantor polisi masing-masing wilayah.

Lebih lanjut, ia mengaku pihaknya masih mendalami ihwal kronologi paket hasil razia tersebut hingga akhirnya meledak di Asrama Polisi Sukoharjo. Luthfi mengatakan pihaknya masih terus mendalami kejadian tersebut untuk mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Apalagi sampai saat ini Bripka Dirgantara masih dirawat di rumah sakit karena mengalami luka bakar 70 persen.

"Entah anggota itu inisiatif dibakar apa dibuang, saya nggak tahu itu. Nanti kita dalami kalau dia sudah sadar," katanya.

Kendati demikian, dirinya tak menampik adanya kemungkinan paket hasil razia tersebut dibawa pulang oleh Bripka Dirgantara Pradipta ke rumahnya.

"Kemungkinan, kemungkinan. Nanti kalau sudah sadar kita periksa," katanya.

(syd/isn)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER