Respons Skenario Kriminalisasi, Anies Cuma Senyum dan Acungkan Jempol

CNN Indonesia
Selasa, 27 Sep 2022 12:06 WIB
Anies Baswedan hanya melempar senyum dan mengacungkan jempol saat merespons wartawan soal dugaan skenario kriminalisasi untuk menjegalnya di Pilpres 2024. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi dugaan skenario kriminalisasi terhadapnya jelang Pilpres 2024. (CNN Indonesia/ Damar Iradat)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan enggan menanggapi dugaan skenario kriminalisasi terhadapnya jelang Pilpres 2024.

Anies mulanya bicara soal acara Jakarta Innovations Days yang digelar di Balai Kota Jakarta, Selasa (27/9). Kemudian, saat ditanya soal dugaan skenario kriminalisasi tersebut Anies hanya melemparkan senyum dan mengacungkan jempol.

"Udah...udah cukup," kata Anies.

Dugaan skenario kriminalisasi terhadap Anies itu diungkapkan Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat Andi Arief lewat sebuah video.

Andi Arief menduga satu-satunya cara Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani dapat menang dalam Pilpres 2024 mendatang adalah dengan menjegal lawan politik dan calon lainnya dengan cara kriminalisasi.

Andi menduga hal tersebut dilakukan karena banyak pihak yang berani bertarung melawan Puan dalam Pilpres mendatang.

Ia juga mengungkapkan soal skenario hanya dua pasangan calon presiden pada Pilpres 2024 mendatang.

Skenario ini sempat disampaikan oleh Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Ia meyakini informasi yang diterima SBY tidak sembarangan.

Menurutnya sebagai mantan presiden, SBY juga mengecek satu per satu informasi tersebut. Andi juga menyatakan bahwa SBY sudah bertemu dengan seluruh pimpinan partai, kecuali PDIP.

Dalam pertemuan itu, seluruh pimpinan partai menyampaikan keluh kesah ke SBY. Menurut Andi informasi yang didapat oleh SBY, skenario dua calon presiden itu keluar dari mulut Presiden Joko Widodo.

"Pak Presiden hanya mau dua calon. 'kenapa dua calon Pak Presiden? kan ada Anies, ada Ganjar'," kata Andi.

"'Oh, Anies kan sebentar lagi masuk penjara. Terus partai-partai lain di KIB apa segala, kalau enggak nurut ya tinggal masuk penjara aja itu' jahat bukan?" ungkap Andi lagi.

Sementara itu, saat ini diketahui salah satu program andalan Anies, Formula E tengah diselidiki oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

KPK sebelumnya mengklaim tidak akan mempercepat atau sengaja memperlambat penyelidikan terkait penyelenggaraan Formula E di Jakarta.

Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan lembaganya bekerja sesuai dengan prosedur dan koridor hukum yang berlaku.

(dmi/wis)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER