Revitalisasi Halte Bundaran HI, TSP DKI Kritisi Prosedur Cagar Budaya

CNN Indonesia
Jumat, 30 Sep 2022 08:49 WIB
Ketua TSP mengatakan seharusnya rencana revitalisasi halte Transjakarta Bundaran HI melalui sidang pihaknya karena bersinggungan dengan Monumen Selamat Datang. Ilustrasi. Petugas saat bekerja merobohkan Jembatan Penyebrangan Orang (JPO) di Kawasan Bunderan Hotel Indonesia karena menghalangi pandangan ke Patung Selamat Datang, Jakarta, Senin, 30 Juli 2018. (CNNIndonesia/Adhi Wicaksono) (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --

Tim Sidang Pemugaran (TSP) DKI Jakarta buka suara terkait proyek revitalisasi halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) yang dikritik sejarawan karena menghalangi monumen Selamat Datang.

TSP DKI mengakui memang  proyek revitalisasi Halte Transjakarta Bundaran Hotel Indonesia (HI) dilaksanakan tak sesuai prosedur terkait cagar budaya.

Ketua TSP Boy Bhirawa mengatakan seharusnya proyek revitalisasi Halte Bundaran HI harus melalui sidang di tim tersebut, karena bersinggungan dengan Monumen Selamat Datang yang berstatus Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

"Jadi, seharusnya memang semua objek diduga cagar budaya itu melalui Tim Sidang Pemugaran," kata Boy saat dihubungi wartawan, Kamis (29/9).

Boy mengatakan status ODCB Monumen Selamat Datang itu diajukan Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Meskipun masih berstatus ODCB, ia menegaskan perlakuan terhadapnya harus sama dengan ke cagar budaya.

Ketinggian Halte Bundaran HI yang sedang direvitalisasi itu sebelumnya menjadi polemik, lantaran menutupi visual Monumen Selamat Datang.

Padahal, menurut Boy ODCB juga tak sebatas fisiknya, tapi juga visualisasinya,

"ODCB itu bukan hanya fisiknya saja [dijaga], tapi juga visualnya. Jadi, visual objek cagar budaya itu tidak boleh ditutupi," ungkap dia.

Saat dikonfirmasi terpisah, Anggota TACB Candrian Attahiyat mengatakan revitalisasi halte Transjakarta memang tidak akan berdampak terhadap kawasan Bundaran HI sebagai ODCB. Namun, hal itu akan menghalangi visual Monumen Selamat Datang.

"Enggak ada dampak apa-apa, cuman kita orang yang mengerti sejarah itu akan menghalangi visual sejarah," kata Candrian.

Bila dikilas balik, pada 2018 silam, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di kawasan Bundaran HI pun dirobohkan dengan dalih menghalangi pandangan ke patung Selamat Datang.

Visual objek cagar budaya itu tidak boleh ditutupiKetua TSP DKI Boy Bhirawa

Dia pun mengatakan ada sejumlah opsi yang dapat dilakukan Transjakarta mengenai polemik tersebut, salah satunya yakni dengan memodifikasi desain dari bangunan halte.

"Apakah ada kompromi direndahkan (ketinggian konstruksiknya) atau dibongkar," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta Anang Rizkani Noor saat dihubungi menolak berkomentar terkait masalah ini. Selain itu, CNNIndonesia.com belum mendapatkan pernyataan terkait dari pihak Gubernur maupun Wakil Gubernur DKI terkait polemik ini.

Proyek revitalisasi halte di Bundaran HI menjadi polemik setelah sejarawan JJ Rizal memprotes via akun media sosial Twitter-nya. Rizal bahkan meminta proses revitalisasi itu dihentikan.

Rizal beralasan pembangunan dua halte tersebut justru merusak pandangan ke Monumen Selamat Datang warisan Presiden RI pertama Soekarno dan Gubernur DKI Henk Ngantung

"Pak Gubernur Anies Baswedan mohon setop pembangunan Halte Transjakarta Tosari-Bundaran HI yang merusak pandangan ke Patung Selamat Datang dan Henk Ngantung Fountain warisan Presiden Soekarno dengan Gubernur Henk Ngantung sebagai poros penanda perubahan ibu kota kolonial ke ibu kota nasional," kata Rizal dalam cuitannya di akun Twitter @JJRizal, Kamis (29/9). CNNIndonesia.com sudah diizinkan mengutip cuitan tersebut.

Halte Bundaran HI merupakan salah satu yang mengalami revitalisasi di antara puluhan halte Transjakarta di DKI.

Dari gambar maket yang pernah ditampilkan, halte Bundaran HI menjadi salah satu yang direvitalisasi dengan bentuk ikonik atau instagramable. Setelah revitalisasi halte itu bakal memiliki dua lantai yang dilengkapi 'sky deck view'.

(dmi/kid)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER