Jejak Politik Anies Baswedan hingga Diusung NasDem Jadi Capres 2024

CNN Indonesia
Senin, 03 Okt 2022 18:01 WIB
Gubernur DKI Anies Baswedan resmi dideklarasikan oleh NasDem sebagai capres 2024. Jejak politik Anies dimulai saat mendukung pasangan Jokowi-JK di Pilpres 2014. Gubernur DKI Anies Baswedan resmi dideklarasikan oleh Ketum NasDem Surya Paloh sebagai calon presiden di Pemilu 2024. (CNN Indonesia/ Adi Ibrahim)
Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan telah resmi dideklarasikan oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh sebagai calon presiden pada Pemilu 2024.

Paloh mengungkap sejumlah alasan partainya mengusung Anies. Menurutnya, Anies adalah pilihan yang terbaik dari beberapa nama yang ada.

"Kenapa Anies Baswedan. Jawabannya adalah why not the best?" kata Paloh di Kantor DPP Partai NasDem, Gondangdia, Jakarta Pusat, Senin (3/10).

Anies menegaskan siap menerima mandat NasDem untuk menjadi capres 2024. Ia mengaku siap jalan bersama dengan Paloh dan kader NasDem untuk membangun Indonesia.

"Dengan mohon rida Allah SWT dan kerendahan hati. Bismillah kami terima, kami siap jalan bersama," ujarnya.


Sebelum terjun ke politik, nama Anies mulai dikenal sejak menjadi Rektor Universitas Paramadina pada 2007. Ia didapuk menjadi rektor termuda saat berusia 37 tahun.

Kala itu, Majalah Foreign Policy pun memasukkan Anies dalam daftar 100 Intelektual Publik Dunia. Ia kemudian menggagas gerakan Indonesia Mengajar yang mengirimkan guru-guru muda untuk mengajar di berbagai daerah Indonesia pada 2009.

Lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu pun mencoba masuk ke dunia politik. Anies sempat menjadi peserta konvensi capres yang diselenggarakan oleh Partai Demokrat pada 2013

Namun, Anies kalah dari mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan. Setelah gagal di konvensi Demokrat, Anies merapat menjadi tim pemenangan pasangan Jokowi-Jusuf Kalla di Pilpres 2014.

Dipinang Jadi Menteri

Setelah Jokowi-JK menang, Anies ditunjuk sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud). Ia dilantik bersama para menteri lainnya pada 27 Oktober 2014.

Namun, Anies tak bertahan lama di Kabinet Jokowi-JK. Ia dicopot oleh Jokowi dan digantikan Muhadjir Effendy pada 27 Juli 2016.

"Pak Anies juga bekerja dengan baik, tapi tentunya ada ekspektasi yang diinginkan Presiden dan Wapres ke depan ini yang mungkin berbeda," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, 27 Juli 2016 lalu.

Karier politik Anies tak mati meskipun dicopot dari kursi menteri. Ia kemudian mencoba peruntungan maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta pada Pilkada 2017.

Orang Nomor Satu di DKI

Anies kemudian diusung oleh Partai Gerindra dan PKS sebagai cagub DKI 2017. Ia maju bersama Sandiaga Uno sebagai calon wakil gubernur DKI.

Anies dan Sandiaga berhasil mengalahkan pasangan petahana Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Djarot Saiful Hidayat yang diusung PDIP, NasDem, Golkar, dan Hanura.

Namun, di tengah jalan Anies ditinggal Sandiaga yang maju sebagai calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto pada Agustus 2018.

Sekitar dua tahun Anies memimpin Ibu Kota seorang diri. Setelah melewati proses pemilihan di DPRD DKI, politikus Gerindra Ahmad Riza Patria dipilih menjadi wakil gubernur DKI.

(pop/fra)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER